Modus Mampu Menggandakan Uang, Polres Pangkalpinang Bekuk Warga Pangkalbalam

Roslina (53) warga kelurahan rejosari, kecamatan pangkalbalam pangkalpinang harus berurusan dengan kepolisian karena telah melakukan

Modus Mampu Menggandakan Uang, Polres Pangkalpinang Bekuk Warga Pangkalbalam
Bangka Pos/Yudha Palistian
Konferensi Pers terkait kasus penggandaan uang, turut hadir Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono, S.IK beserta anggota dan Kapolsek Taman Sari, AKP Junaidi dan anggota. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Roslina (53) warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkalbalam, Pangkalpinang harus berurusan dengan kepolisian karena telah melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang, Senin, (30/4/2018).

Seorang warga telah melapor ke kepolisian karena telah menjadi korban penipuan tersebut. Informasi yang telah dihimpun oleh bangkapos, kejadian penipuan ini berlangsung sejak Agustus 2016.

“Motif pelaku berpura-pura menjadi paranormal untuk membayar hutang dan kebutuhan sehari-hari. Saat itu, Roslina berupaya menyakinkan korban jika dirinya mampu menggandakan uang,” ucap Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono,  S.IK.

Iman juga menambahkan bahwa  ada syarat yang harus dipenuhi yakni memberikan mahar terlebih dahulu sebagai pancingan selama proses penggandaan uang. Entah apa yang terbesit di benak korban hingga percaya akal bulus Roslina.

"Sesuai hasil gelar perkara tersangka bakal dijerat pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan,” tuturnya.

Korban pun dengan sukarela memberikan sejumlah uangnya, sebanyak Rp 2 juta dengan 10 kali transaksi dengan total yang sudah diberikan Rp 20 juta dan modus bisa menggandakan uang sebesar Rp 210 juta.

Untuk memuluskan penipuannya, Roslina meminta pada korban agar tidak membuka sekitar 6 bulan.

“Setelah korban masuk ke dalam perangkap, Roslina mulai memanfaatkannya. Secara bertahap Roslina berdalih meminta uang pada korban yang digunakan sebagai syarat mendatangkan uang dari dimensi lain,” tambah iman.

Padahal, uang itu justru dipakai untuk keperluan pribadinya. Kebohongan roslina akhirnya terbongkar setelah korban tidak menemukan hasil dari penggandaan uang tersebut.

Tak terima telah menjadi korban penipuan, korban lantas mengadu ke ke polsek taman sari terkait kejadian yang telah menimpanya itu.

Dalam waktu yang bersamaan, Kapolsek Taman Sari (AKP Junaidi) mengatakan penangkapan pelaku pada tanggal 25 April sekitar pukul 17.00 WIB dirumah pelaku.

“Berdasarkan hasil penyidikan, telah berhasil menangkap tersangka yang telah mengakui semua perbuatannya. Kasus penipuan ini merugikan korban sebesar Rp 20 juta," ungkapnya.

Dari tangan korban pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa dua lembar baju, seprai, alat-alat ritual, dan satu bungkus uang kertas mainan.

Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help