Aktivitas Tambang Resahkan Relayan, Polres Bangka Akan Selidiki

Soal keresahan nelayan Belinyu terkait maraknya tambang di Sungai Berok di wilayah setempat, sedang mendapat perhatian pihak Polres Bangka

Aktivitas Tambang Resahkan Relayan, Polres Bangka Akan Selidiki
bangkapos.com/Fery Laskari
Kabag Ops Polres Bangka Kompol S.Sophian 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Soal keresahan nelayan Belinyu terkait maraknya tambang di Sungai Berok di wilayah setempat, sedang mendapat perhatian pihak Polres Bangka.

Kabag Ops Kompol S Sophian, Selasa (1/5) malam pukul 21.24 WIB melalui pesan WhatsApp mengaku akan melakukan kroscheck di lapangan dan melakukan penyelidikan terlebih dahulu perihal aktivitas penambangan yang meresahkan nelayan Belinyu.

"Kita akan selidiki dulu infonya mas, terimakasih," kata Sophian.

Dilansir sebelumnya disebutkan, aktifitas tambang ilgelal di Kecamatan Belinyu begitu memprihatinkan. Tak hanya Bukit Mangkadir yang dirambah penambang, namun Sungai Berok pun dibuat porak-poranda.

"Yang ingin kami sampaikan bahwa penambangan TI Rajuk ponton di Sungai Berok sudah sangat memprihatinkan. Sudah sejak lama dikeluhkan nelayan," kata Direktur Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia (LKPI) Kabupaten Bangka, A Hanif kepada Bangka Pos, Selasa (1/5/2018) malam.

Keluhan nelayan disampaikan melalui LKPI Bangka yang kemudian menindak-lanjutinya bersama perwakilan nelayan yang ada. "Kami kemudian sampaikan ke Pos Polair (Polisi Perairan) di Belinyu. Namun hingga saat ini, TI di Sungai Berok masih tetap marak," katanya.

Hanif menyebutkan, sebenarnya para nelayan lokal sudah tak tahan lagi karena aktifitas tambang di Sungai Berok merupakan habitat ikan dan udang. Apalagi sungai tersebut bermuara ke Teluk Kelabat atau Laut Belinyu. Aktifitas tambang di sungai ini sangat mengganggu hasil tangkap nelayan lokal.

"Sudah beberapa kali kita layangkan protes. Kita minta pihak kepolisian dan aparat terkait lainnya menindak-lanjuti keluhan dan keresahan nelayan. Tapi tambang di sungai itu, masih saja beroperasi," katanya.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help