Kisah Pilu Dua Bocah yang Meninggal dalam Pembagian Sembako di Monas

Komariah atau Kokom (49) menyesali keberangkatannya untuk antre sembako yang digelar Forum Untukmu Indonesia

Kisah Pilu Dua Bocah yang Meninggal dalam Pembagian Sembako di Monas
Warta kota
Pembagian sembako gratis mengakibatkan sejumlah orang jadi korban 

Namun, padatnya kerumunan massa, keduanya terpisah beberapa saat, sebelum tiba di bus gratis yang dimaksud.

"Saya kedorong-dorong sampai jatuh. Saya lihat, Sosis udah nggak ada. Saya cari-cari sambil teriak-teriak sampai suara saya parau, nggak ketemu," ujar Akmal.

Ia yang menyangka sahabatnya sudah pulang lebih dahulu, kemudian memutuskan untuk kembali ke Kota Tua dengan naik bus gratis.

Dari sana, ia melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya menggunakan Bajaj Qute atau bus kancil.

"Sampai rumah saya samperin mamahnya, saya ke rumah Sosis. Saya tanya ke mamahnya Sosis sudah pulang atau belum. Mamahnya bilang belum," imbuh Akmal.

Ia bercerita kepada ibu sahabatnya itu tentang kejadian yang mereka alami pada hari tersebut.

"Kata mamahnya, nanti mereka bakal nyusul dan cari Sosis ke Monas," tutur Akmal.

Sebagai seorang sahabat, perasaan Akmal sangat gelisah karena Sosis belum ditemukan. 

Keesokan harinya, Minggu (22/4/2018), barulah ia mendapat kabar bahwa sahabatnya, Sosis sudah meninggal dunia.

"Sore itu dia nggak cerita mungkin takut. Tapi gelagatnya sudah kebaca. Beli bakso nggak dimakan. Pamit ke depan ternyata nyari info soal temannya udah pulang atau belum. Besok paginya ramai di depan ternyata Sosis meninggal," terang Siswanto, orang tua Akmal.

Hal itu dibenarkan Akmal bahwa malam itu ia sangat gelisah dan tidak bisa tidur.

"Katanya jam 4 sore dia ditemukan pingsan sama Pol PP trus dibawa ke RS Tarakan, jam 8 udah meninggal. Saya juga nggak tahu dia punya riwayat penyakit. Kata mamahnya, dia nggak tahan panas, makanya meninggalnya mimisan terus. Niatnya jalan-jalan doang," jelas Akmal.

Dengan berlinang air mata dan bicara terputus-putus Akmal menceritakan kepada Warta Kota, hampir setiap hari dirinya dan Sosis bermain bersama serta mengaji bersama.

"Kami ngaji tiap hari kecuali tanggal merah dan Sabtu-Minggu. Jum'at sore (20/4/2018) dia datang ke rumah sekitar jam 5 ngajak berangkat ngaji. Dia juga bilang mau beli burung dara tapi kandangnya di rumah saya." papar Akmal.

Mahesa Djunaidi alias Sosis dimakamkan di TPU Budi Dharma Semper Jakarta Utara pada Minggu (22/4/2018).

Diberitakan sebelumnya, dua orang anak meninggal dunia saat berdesak-desakan di acara Pesta Rakyat Untukmu Indonesia di Monas Jakarta pada Sabtu (21/4/2018).

Kedua anak yang meninggal dunia itu yakni Mahesa Djunaidi dan Muhammad Rizki Saputra.

Mereka adalah warga Pademangan Barat, Jakarta Utara.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membantah isu yang menyatakan bahwa dua anak tersebut meninggal karena antri sembako.

Sebab, menurutnya, keduanya ditemukan di luar area Pesta Rakyat.
"Tidak benar, keduanya ditemukan di luar," ujarnya di Polda Metro Jaya, Selasa (1/5/2018).

Warta Kota sudah berusaha untuk meminta keterangan dari orang tua Sosis, namun ia menolak untuk memberikan keterangan lantaran masih dalam suasana duka yang mendalam.

"Tolong dipahami, kalian tahu kan bagaimana rasanya kehilangan anak," kata Djunaidi sambil meminta wartawan menjauhi rumahnya.(*)







Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved