May Day, AJI Soroti Masalah Ketenagakerjaan dalam Tugas-tugas Jurnalistik

Sama halnya dengan kalangan pekerja lainnya, para pekerja media juga rentan mengalami berbagai

May Day, AJI Soroti Masalah Ketenagakerjaan dalam Tugas-tugas Jurnalistik
Surya malang
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM--Hari buruh internasional atau yang biasa disebut May Day, jatuh pada Selasa, (1/5/2018).

Bertepatan pada momentum tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengatakan pihaknya merasakan sebagai pekerja media yang tidak pernah libur.

Hal ini terbukti pada saat peringatan hari buruh internasional, ribuan anggota serikat buruh menghentikan rutinitas kerja demi turun ke jalan, namun sebagian jurnalis dan awak media tetap menjalankan tugas jurnalistiknya.

Pihaknya juga menyoroti masalah yang menghantui sebagian para awak media yang bekerja di bawah naungan korporasi ataupun perusahaan media.

"Sama halnya dengan kalangan pekerja lainnya, para pekerja media juga rentan mengalami berbagai masalah ketenagakerjaan di samping risiko menjadi sasaran kekerasan dalam tugas-tugas jurnalistik", ujar yang tertulis dalam press release.

Setidaknya tercatat terdapat 17 kasus PHK di Industri media hingga tahun 2017.

Dari 17 kasus itu, 11 di antaranya terjadi sepanjang tahun 2016 hingga akhir 2017.

Mereka mengatakan frekuensi kasus ketenagakerjaan di industri media cenderung meningkat seiring meredupnya bisnis media cetak di Indonesia dan berbagai negara.

Dicontohkannya dengan berhentinya Harian Sinar Harapan mulai 1 Januari 2016 lalu yang menjadi alarm bagi industri media cetak.

Tak hanya harian kabar, sederet tabloid cetak yang dahulu pernah jaya kini tutup satu demi satu dan sebagian mengalihkan untuk fokus menuju online.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help