Menakutkan di 2030 Nanti Dunia Memanas, Penyakit Mewabah dan Kematian Berlipat Ganda

“Hati-hatilah pada dampak negatil pemanasan global." Peringatan ini perlu disampaikan setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan

Menakutkan di 2030 Nanti Dunia Memanas, Penyakit Mewabah dan Kematian Berlipat Ganda
Bumi semakin memanas wabah penyakit semakin meluas. 

Arah pergerakannya memang mengikuti pergerakan cuaca yang lebih panas dan kering. Kondisi seperti ilulah yang menjadi pilihan nyamuk culex, serangga utama pembawa virus.

WHO secara resmi menyatakan, menghangatnya temperatur dan hujan deras di Asia Selatan memperburuk penyebaran penyakit demam berdarah di kawasan itu. Bahkan inilah kondisi terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Penyakit yang dibawa oleh nyamuk ini sudah menginfeksi 120.000 korban di Asia Selatan tahun ini dan membunuh paling tidak 1.000 orang.

Pergantian iklim sudah dijejak sebagai sebuah ancaman utama kesehatan publik.

Baca: Nyata dan Fakta, Ternyata di Negara Ini Tidak Hanya Orang Hewan Juga Ditangkap Polisi

Dr. Howard Frumkin, yang memimpin langsung Pusat Nasional untuk Kesehatan Lingkungan di Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit, menyatakan, pergantian iklim ini sebagai “sebuah tantangan kesehatan global yang penting".

Sedangkan Dr. Diarmid Campbell-Lendrum, peneliti di Departemen Perlindungan Lingkungan Hidup WHO, menyatakan, kemungkinan kematian akibat pemanasan global masih belum bisa dipastikan, bila menilik dampak yang telah ditimbulkan peristiwa gelombang panas besar-besaran di Eropa tahun 2003.

Apalagi penelitian baru, yang berkaitan dengan dampak perubahan iklim terhadap aktivitas badai, saat ini masih berlangsung dengan lebih intensif.

Selain perubahan iklim, emisi kendaraan bermotor clan industri yang dapat menimbulkan efek gas rumah kaca diperkirakan juga akan meningkatkan temperatur global rata-rata 14"C di akhir abad ini.

Longsor yang luar biasa, kekeringan, dan gelombang panas yang hebat pun akan semakin sering terjadi.

Jika sudah terjadi, betapa menyesalnya kita telah merusak lingkungan tempat kita tinggal. (TST/Raissa Jovita Sutopo – Intisari Januari 2006)

Editor: zulkodri
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved