Sudah Lapor Aparat Tapi Penambang di Sungai Berok Belinyu Tetap Beroperasi

Aktifitas penambangan di Kecamatan Belinyu begitu memprihatinkan. Tak hanya Bukit Mangkadir namun Sungai Berok pun dibuat porak-poranda.

Sudah Lapor Aparat Tapi Penambang di Sungai Berok Belinyu Tetap Beroperasi
Nelayan Belinyu, Selasa (1/5/2018) malam berkumpul guna membahas permasalahan tambang ponton isap di Sungai Berok Kecamatan Belinyu yang sudah sangat meresahkan nelayan. 

"Kalau pengaduan kami tak juga ditindak&lanjuti, maka nelayan tak lagi memberi pemberitahuan ke polisi karena sebelumnya nelayan sudah lapor secara resmi, memberitahukan hal itu. Makanya di rapat malam ini kami sedang membahas rencana itu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Hanif sempat mendengar desas-desus bahwa hasil tambang di Sungai Berok ditampung oleh PT Timah Tbk. Jika itu benar katanya, LKPI dan nelayan mempertanyakan ligelitasnya, apakah PT Timah telah mengeluarkan ijin pada tambang TI Rajuk ponton.

Padahal standar keselamatan kerja tambang TI Rajuk di Sungai Berok sangat sederhana dan melenceng dari sistim keselamatan kerja (K3).

"Kami dengar bahwa timah hasil TI di Sungai Berok ditampung oleh PT Timah. Apakah ini benar? Itu yang kami pertanyakan. Dan apakah PT Timah mengeluarkan surat ijin resmi pada tambang TI Rajuk di sungai ini? Itu juga jadi pertanyaan nelayan," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Pihak PT Timah diakili Humas Perusahaan, Anggi Siahaan dikonfirmasi soal pernyataan Direktur LKPI Bangka, A Hanif, Selasa malam, mengaku akan memberikan penjelasan setelah melakukan pemeriksaan pada bagian atau bidang terkait.

"Kami coba kroscek ya..," kata Anggi membalas pesan konfirmasi yang dilayangkan Bangka pos Groups melalui pesan singkat (WA), Selasa (1/5/2018) malam, sekitar Pukul 08.31WIB.

Sementara itu, tambang tak hanya marak di sungai, namun di Bukut yang penuh berbagai habitat tumbuhan pun dirambah.

Satu diantaranya, tambang di Bukit Mangkadir Desa Ridingpanjang Belinyu. Tambang ini beroperasi di atas bukit dan terlihat jelas dari jalan raya.

Bahkan tanah produksi (puru) yang dikeruk mengunakan alat berat sudah sangat dekat dengan jalan.

"Sebagai pengguna jalan, kami merasa miris karena upaya penindakan yang dilakukan oleh Satpol PP Bangka selama ini seolah dipandang sebelah mata.oleh penambang. Usai razia, penambang beraktifitas lagi. Sedangkan razia gabungan Pol PP dan Polisi, selalu bocor. Masa menangkap penambang ilegal itu saja dak bisa. Kalau nggak mau dibilang jadi beking, harusnya aparat tangkap dong penambang ilegal itu," tambah seorang pengguna jalan yang merasa terganggu.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved