Ini Alasan Mengapa Penambahan Cuti Lebaran Dinilai Tak Untungkan Pekerja

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengkritik pemerintah soal penambahan tiga hari cuti bersama saat libur Lebaran mendatang.

Ini Alasan Mengapa Penambahan Cuti Lebaran Dinilai Tak Untungkan Pekerja
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi mudik dengan mobil MPV. 

BANGKAPOS.COM - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengkritik pemerintah soal penambahan tiga hari cuti bersama saat libur Lebaran mendatang.

Agus menilai, penetapan cuti dan libur yang panjang ini tidak akan menguntungkan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja yang bekerja untuk perusahaan swasta.

Pasalnya, libur bersama ini turut memotong cuti tahunan. "Tentu saja, sebagai karyawan tidak ada yang mau dipotong cutinya," ujar Agus, dilansir dari Kontan.co.id, Selasa (1/5/2018).

Pemerintah sendiri masih mengevaluasi kebijakan tersebut. Kebijakan menambah tiga hari cuti bersama pada 11-12, dan 20 Juni 2018 itu sebelumnya diharapkan bisa mengurai kemacetan pada arus mudik dan balik saat libur Lebaran.

Agus menambahkan, tenaga kerja yang beragama Muslim tidak bisa menikmati panjangnya waktu cuti dan libur ini karena jatah cutinya dipotong.

Sementara, bagi tenaga kerja yang kampung halamannya dekat dengan pusat kota juga tidak membutuhkan liburan yang lama. Seiring dengan karyawan yang tidak bekerja, Agus menambahkan, maka produktivitas perusahaan akan menurun.

Untuk perusahaan yang bergerak di bidang ekspor atau pengiriman barang misalnya, ada kemungkinan terjadi keterlambatan pengiriman sehingga perusahaan harus dikenakan denda.

Tak hanya berdampak pada penurunan produktivitas perusahaan, harga-harga komoditas di Jakarta juga bisa meningkat karena kelangkaan pasokan. Pasalnya, truk-truk dengan muatan besar ke Jakarta akan dibatasi.

"Artinya pengiriman barang ke Jakarta menjadi terhambat, kalau langka, harganya bisa meningkat," ujar Agus.

Agus meminta supaya pemerintah kembali menetapkan keputusan seperti biasanya. Menurut dia, pemerintah sudah memiliki tugas masing-masing, khususnya dalam mengatur lalu lintas selama Lebaran.

"Ini kan ritual tahunan Muslim, ya sudah jalankan seperti biasa. Tahun lalu sudah bagus. Lagipula masing-masing kementerian ada tupoksinya. Pemerintah siap saja, kan sudah tugas pemerintah," ucap Agus. (Lidya Yuniartha/Kontan.co.id)

Editor: Evan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved