Video

Tujuh Kampung KB di Kabupaten Beltim resmi Dikukuhkan

Tujuh Kampung yang ada di Kabupaten Belitung Timur resmi Dikukuhkan menjadi Kampung Keluaraga Berencana

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Rabu (2/5/2018) kembali mengukuhkan kampung KB di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Ada tujuh Kampung KB telah dikukuhkan atau diresmikan oleh Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Antok Mukti Putranto.

Pengukuhan Kampung tersebut, ditandai dengan pemukulan gong. Hadir pada peresmian kampung KB itu, Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, dan Kapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Drs Syaiful Zachri, dan Bupati Beltim Yuslih Ihza, serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Babel Etna Estelita.

Penandataan peresmian kampung KB ini juga, ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Beltim Yuslih Ihza dihadapan seluruh pejabat. Kegiatan pengukuran kampung KB ini, adalah program nasional dan terus dilaksanakan secara bertahap.

"Tahun kemarin (2017) juga sudah ada, ini yang dicanangkan adalah daerah yang tertinggal. Semua ada tujuh dusun, dan ini kami lakukan secara bertahap," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Babel Etna Estelita kepada posbelitung.co, Rabu (2/5/2018).

Peresmian kampung KB tersebut, secara keseluruhan terfokus di Desa Limbongan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Sasaran terbentuknya kampung KB ini, untuk mewujudkan program sinergritas antara satu OPD dengan OPD lainnya.

Namun terdetail, sasarannya adalah masyarakat yang ingin ber KB, namun tidak dilindungi dengan alat kontrasepsi dan ini sebagai langka buat menurunkan jumlah anak dalam keluarga tersebut.

"Tapi ini bukan berarti menghambat kelahiran, tetapi hanya mengatur kelahiran saja. Kampung KB ini adalah miniatur dari program PPKB yang di sinergikan dengan program lain. Ini artinya bukan hanya KB saja disini, tetapi stage holder yang disini dengan tupoksi masing-masing dan membuat kampung KB ini lebih maju," ujarnya.

Tentunya, terbentuknya Kampung KB ini sebagai salah satu cara buat meningkat kan masyarakat yang ada di Desa tersebut. Misalkan bila masyarakat itu memiliki anak yang putus sekolah, maka Dinas Pendidikan akan mengarahkan mereka untuk mengambil paket.

"Begitu juga misalkan, bila kampung itu belum ada jalan, maka dari PU akan masuk untuk membangun jalan. Jadi ada sinergritas dengan stake holder lainnya. Begitu juga dengan Dinas Kesehatannya masih, apabila ada stanting maka asupan gizinya diarahkan oleh Dinas Kesehatan," ucapnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved