Awalnya Hanya Untuk Kaum Bangsawan, Beginilah Potret Pendidikan di Indonesia di Masa Penjajahan

Dulunya, sekolah hanya untuk kaum bangsawan, tetapi lambat laun berubah menjadi sekolah untuk semua.

Awalnya Hanya Untuk Kaum Bangsawan, Beginilah Potret Pendidikan di Indonesia di Masa Penjajahan
Istimewa
Pendidikan Indonesia di masa penjajahan 

BANGKAPOS - Rakyat Indonesia begitu semangat untuk memperoleh pendidikan sejak zaman dahulu. 

Semangat ini bisa kita lihat dari R.A. Kartini yang suka membaca dan menulis, serta memperjuangkaan hak pendidikan untuk wanita. 

Lalu Ki Hajar Dewantara yang mendirikan sekolah untuk Taman Siswa untuk masyarakat. 

Baca: Tak Banyak Orang Tahu, Ini 10 Nasehat Ki Hadjar Dewantara Selain Ing Ngarso Sung Tulodo

Bisa dibilang, sekolah dan pendidikan di Indonesia cukup banyak dipengaruhi oleh masa penjajahan yang berlangsung. 

Dulunya, sekolah hanya untuk kaum bangsawan, tetapi lambat laun berubah menjadi sekolah untuk semua. 

Zaman Pendudukan Belanda 

Memasuki abad ke 16, bangsa Portugis datang ke Indonesia, ternyata mereka juga mendirikan sekolah yang bertujuan memberikan pendidikan baca, tulis, dan hitung sekaligus mempermudah penyebaran agama Katolik. 

Ketika Belanda memasuki Indonesia, kegiatan sekolah oleh Portugis ini berhenti, digantikan dengan sekolah yang dirintis oleh Belanda, masih dengan basis keagamaan. 

Ambon menjadi tempat yang pertama dipilih oleh Belanda dan setiap tahunnya, beberapa penduduk Ambon dikirim ke Belanda untuk dididik menjadi guru. 

Baca: Uniknya Pendidikan Finlandia, Terbaik di Dunia, Konsepnya Mirip dengan Ajaran Ki Hadjar Dewantara

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help