Lewat Bunatuslah, Pemkab Bangka Sekolahkan 767 Siswa

Program Bunatuslah ini telah berhasil menangani total 767 anak yang kemudian mereka mengikuti Sekolah nonformal berdasarkan jenjang

Lewat Bunatuslah, Pemkab Bangka Sekolahkan 767 Siswa
ist/dinkominfotik bangka
Padli 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Berkaitan dengan Hari Pendidikan Nasional, Pemkab Bangka terus berupaya meningkatkan kualitas Pendidikan Masyarakat.

Untuk Tahun Ajaran Periode 2017-2018, lewat Program Perburuan Anak Putus Sekolah (Bunatuslah), Pemkab Bangka telah menangani ratusan anak di Kabupaten Bangka yang putus sekolah lewat Pendidikan Nonformal.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Padli ketika ditemui di ruangannya usai Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Rabu (2/5/18).

Untuk Tahun Ajaran Periode  2017-2018, Padli menyebutkan total sudah ada 767 anak usia sekolah yang berhasil tertangani melalui pendidikan nonformal lewat Program Bunatuslah.

Jumlah tersebut yang terdiri dari paket A 134 anak, Paket B 277 anak, dan Paket C 356 anak melalui delapan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (PKB) yang ada di Kabupaten Bangka.

 "Program Bunatuslah ini telah berhasil menangani total 767 anak yang kemudian mereka mengikuti Sekolah nonformal berdasarkan jenjang tentunya. Berdasarkan data tahun ajaran periode 2017-2018 secara rinci anak yang telah mengikuti sekolah nonformal dengan jenjang Paket A 134 anak, Paket B 277 anak, dan Paket C 356 anak melalui 8 PKBM dan 1 SKB yang ada di Kabupaten Bangka," jelas Padli melalui rilis yang dikirim Dinas Komunikasi Infomasi dan Statistik Kabupaten Bangka.

 Program Bunatuslah ini menurut Padli merupakan bentuk pelayanan pemerintah daerah bidang pendidikan, untuk menjaring anak-anak tidak mampu yang putus sekolah karena berbagai alasan yang mereka alami agar mereka dapat melanjutkan jenjang sekolahnya dengan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah melalui dana APBD.

 Cara kerja dari Program Bunatuslah tersebut, yakni dengan melakukan suvey ke lapangan dengan cara menyisir langsung ke rumah-rumah untuk mendata anak-anak yang putus sekolah melalui formulir yang telah disediakan dari pihaknya.

 "Kita ada tim untuk mendata yang turun langsung ke lapangan dengan menyisir langsung ke rumah warga. Kemudian berdasarkan data yang telah didapat kita berikan kepada lembaga satuan pendidikan nonformal yang telah tersedia di Kabupaten Bangka. Kita juga dalam hal ini juga bekerjasama dengan pemdes yang mana pada susunannya kan terdapat RT dan RK, kemudian dilakukan pendataan dalam satu anggota keluarga tersebut ada beberapa yang putus sekolah kemudian dilaporkan ke kita untuk melakukan kroscek ulang data tersebut," jelas Padli.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved