Pengumuman Kelulusan Online Dinilai Efektif Cegah Siswa Kumpul-kumpul ‎dan Konvoi

Pengumuma secara online dinilai cukup efektif untuk mencegah siswa kumpul-kumpul saat pengumuman kelulusan. Setidaknya ini yang

Pengumuman Kelulusan Online Dinilai Efektif Cegah Siswa Kumpul-kumpul ‎dan Konvoi
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 1 Pangkalpinang Hendrawan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy‎ Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pengumuma secara online dinilai cukup efektif untuk mencegah siswa kumpul-kumpul saat pengumuman kelulusan. Setidaknya ini yang dirasakan oleh MAN 1 Pangkalpinang.

Pantauan Bangka Pos, hampir tak ada siswa kelas XII yang datang ke sekolah pada Kamis (3/5/2018) ini untuk melihat pengumuman. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 1 Pangkalpinang Hendrawan mengatakan, pihaknya telah mengupload hasil kelulusan secara online di websites sekolah sejak Rabu (2/5/2018) kemarin dan bisa dilihat pada Kamis (3/5/2018).

MAN 1 Pangkalpinang, kata Hendrawan, telah mengumumkan hasil kelulusan siswa sejak dua tahun terakhir. Siswa cukup mengetahui pengumuman tersebut lewat perangkat yang terkoneksi dengan internet.

‎ "Jadi kemungkinan siswa berkumpul itu kecil. Itu yang kami khawatirkan, mereka berkumpul, corat-coret, konvoi di jalan," ‎katanya.

Upaya memperkecil kemungkinan aksi konvoi dan corat-coret pasca kelulusan juga semakin kecil. Pasalnya MAN 1 Pangkalpinang telah menggelar perpisahan sejak 22 April lalu sehingga siswa semakin kehilangan momentum mereka.

"Mereka ke sini ketika butuh nilai sementara dan semacam itu. Alhamdulillah ini efektif. Kami sudah tahun ini seperti ini. Agak berkuranglah corat-coret, yang jelas kalau di sekolah tidak ada (yang kumpul-kumpul, corat-coret)," katanya.

MAN 1 Pangkalpinang pada 2018 meluluskan 100 persen dari 292 siswa mereka untuk jurusan IPA, IPS, dan Keagamaan. Nilai rata-ratanya diklaim meningkat dibanding tahun lalu.

"Kalau rata-rata, hampir seluruhnya meningkat. Memang ada soal-soal yang susah, ada memang yang nilainya menurun, tapi tidak terlalu banyak, khususnya untuk mata pelajaran Matematika, sebab ada beberapa soal menurut siswa tidak ada di kisi-kisinya," ucap Hendrawan. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help