Timah Babel, Masa Lalu dan Prospek Masa Depan

Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Timah Babel, Masa Lalu dan Prospek Masa Depan
Bangka Pos/Edwardi
Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI melaksanakan Dialog Kesejarahan Kepulauan Bangka Belitung dengan tema Timah Bangka Belitung: Masa Lalu dan Prospek Masa,Depan di Hotel Grand Puncak Lestari Pangkalpinang, Kamis (03/04/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI melaksanakan Dialog Kesejarahan Kepulauan Bangka Belitung dengan tema Timah Bangka Belitung Masa Lalu dan Prospek Masa,Depan di Hotel Grand Puncak Lestari Pangkalpinang, Kamis (03/04/2018).

Narasumber dialog oleh Kepala BNPB Kepulauan Riau, Toto Sucipto dan Budayawan dan Sejarahwan Babel Akhmad Elvian, Dwi Haryadi akademisi UBB dan jurnalis senior Media Indonesia.

Kepala BNPB Kepulauan Riau, Toto Sucipto mengatakan tujuan kegiatan Dialog Kesejarahan di Kepulauan Bangka Belitung adalah untuk membuka wacana baru Bangka Belitung dalam.prospek masa depan.

"Selain itu mensosialisasikan nilai-nilai sejarah pada masa kejayaan timah di Bangka Belitung," kata Toto.

Dikatakannya, diskusi tentang timah di Bangka Belitung adalah sesuatu yang menarik. Hal ini seirama dengan nama Bangka Belitung itu yang bermakna timah.

"Hal ini dibuktikan dengan tulisan di prasasti Kota Kapur dekat Sungai Mendo Bangka yang berangka tahun 686 M," ujarnya.

Diungkapkannya, penambangan timah sudah dimulai pada abad ke 7 di daerah ini secara rahasia sejak masa Kerajaan Sriwijaya.

"Sutedjo Sujitno menyatakan pada kurun waktu 1596 ketika Cornelis de Houtman  pertama kali datang sampai dengan kedatangan VOC sekitar tahun 1602, belum tercatat adanya perdagangan timah," ungkapnya.

Dilanjutkannya, akan tetapi sejak 1649 sudah ada hubungan dagang antara VOC dan Kesultanan Palembang. Akan tetapi asal timah itu dirahasiakan secara ketat. Pada tahun 1668  baru diketahui berasal dari Bangka.

"Bangka Belitung memang identik dengan timah. Meskipun perdagangan timah di Bangka Belitung mengalami pasang surut, namun timah sulit dipisahkan dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat," tukasnya.

Sementara Budayawan dan Sejarahwan Babel, Akhmad Elvian menyinggung sejarah 5 kewedanaan yang ada di Pulau Bangka.

"Saat ini empat kewedanaan sudah menjadi kabupaten dan kota namun ada satu bekas kewedanaan lagi yang belum menjadi kabupaten yakni Kewedanaan Bangka Utara. Karena itu saya sangat mendukung bila masyarakat di sana menuntut kesetaraan sejarah," kata Elvian.

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help