Banyak yang Pensiun, Tahun 2018 Pemkab Bangka Kekurangan 2.018 PNS

Pada tahun 2018 ini Pemkab Bangka kekurangan sebanyak 2.018 PNS. Untuk itu, pihaknya sudah mengusulkan

Banyak yang Pensiun, Tahun 2018 Pemkab Bangka Kekurangan 2.018 PNS
Bangkapos/Nurhayati
Surtam A Amin 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Pemerintah Kabupaten Bangka berharap pada tahun 2018 mendapat jatah perekrukrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Pasalnya sudah beberapa tahun terakhir ini tidak ada penerimaan CPNS untuk memenuhi kebutuhan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Bangka.

"Kita belum jelas apakah kita dapat alokasi atau tidak. Kalau menurut informasi di kemenpan ada penerimaan CPNS tahun ini tetapi belum tahu kapan dan daerah mana yang diberi alokasi," jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Bangka Surtam A Amin kepada bangkapos.com, Jumat (4/2/2018) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Bangka.

Pada tahun 2018 ini Pemkab Bangka kekurangan sebanyak 2.018 PNS. Untuk itu, pihaknya sudah mengusulkan kuota untuk penerimaan CPNS kepada Kemenpan RB sebanyak 2.018 orang.

Formasi yang diusulkan tersebut untuk tenaga guru sebanyak 381 orang, tenaga kesehatan sebanyk 321 orang dan tenaga teknis lainnya sebanyak 1.316 orang.

Untuk itu pihaknya masih menunggu informasi dari Kemenpan RB apakah mendapat alokasi CPNS atau tidak.

"Berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja kita kekurangan 2.018 orang pada tahun 2018 ini," ungkap Surtam.

Kondisi ini terjadi karena banyaknya PNS di Pemkab Bangka yang pensiun dan beberapa tahun ini tidak ada perekrutan CPNS di Kabupaten Bangka.

"Kita sebelum orang pensiun juga sudah kurang pegawai ditambah banyak yang pensiun makin kurang," kata Surtam.

Untuk menutupi kekurangan pegawai tersebut maka pihaknya merekrut tenaga kontrak,  jika dapat alokasi CPNS maka tidak perlu lagi penambahan tenaga kontrak.

"Rasionalnya seperti itu kita kekuangan 2.018 orang kita tidak tahu berapa dapat alokasi itu misalnya dapat 500 orang maka kita mengurangi tenaga kontrak 500 orang," ungkap Surtam. 

Menurutnya selama ini untuk formasi yang kosong terpaksa diisi dari para tenaga kontrak. 

Disinggung apakah ada kebijakan pemerintah mengangkat kembali honorer/tenaga kontrak jadi PNS,  Surtam menyebutkan untuk mengangkat honorer/tenaga kontrak jadi CPNS tidak ada kebijakan seperti sebelumnya. 

"Ada penjelasan dari kemenpan di Makasar kami hanya dapat berita dari kawan-kawan yang ikut, ada informasi dari menpan bahwa tenaga honorer boleh ikut dengan persyaratan sama dengan CPNS umum tidak ada khusus untuk sementara ini, karena belum dikeluarkan kebijakan hanya secara lisan," tegas Surtam.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved