Penyidik Senior KPK Novel Baswedan Belum Bisa Bekerja, Ternyata Ini Penyebabnya

Novel masih terkendala dengan penglihatannya yang belum bisa memungkinkan untuk membaca teks secara jelas.

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan Belum Bisa Bekerja, Ternyata Ini Penyebabnya
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan (berkacamata), di gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/5/2018) malam. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA  - Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, datang ke kantornya, Kamis (3/5/2018) malam.

Kepada pers, Novel mengungkapkan bahwa dirinya belum bisa aktif bekerja di KPK.

Novel masih terkendala dengan penglihatannya yang belum bisa memungkinkan untuk membaca teks secara jelas.

"Bahkan rekan-rekan (pers) di depan saja enggak lihat jelas," kata Novel di gedung KPK, Kamis (3/5/2018) malam.

Baca: Terungkap Begini Hubungan Bella Saphira dengan Anak Tirinya

"Kalau sudah bisa baca teks tentu saya ingin cepat bekerja," ujarnya, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Diberitakan TribunSolo.com sebelumnya, novel menjadi korban penyerangan orang yang belum diketahui identitasnya, yaitu matanya disiram air keras.

Ia pernah dirawat di rumah sakit di Jakarta, kemudian dibawa ke Singapura.

Sejak beberapa waktu lalu Novel menjalani rawat jalan di rumahnya.

Baca: Penerimaan CPNS 2018, Tenaga Honorer Tetap Ikut Tes, Tak Ada Lagi Pengangkatan Langsung

Sesuai hasil pemeriksaan dokter di Singapura pada 17-19 April 2018, mata kiri Novel harus diberi obat tetes setiap hari dan lensa buatan dibersihkan agar penglihatan lebih baik.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved