Waduh Industri Film Indonesia Merugi Rp 1,4 Triliun karena Pembajakan di 4 Kota

Industri perfilman Indonesia mengalami kerugian hingga Rp 1,495 triliun per tahun karena pembajakan film

Waduh Industri Film Indonesia Merugi Rp 1,4 Triliun karena Pembajakan di 4 Kota
Dok/Bapos
Suasana pembelian tiket film 

BANGKAPOS.COM -- Industri perfilman Indonesia mengalami kerugian hingga Rp 1,495 triliun per tahun karena pembajakan film yang dilakukan melalui unduh ilegal dan DVD bajakan.

Total kerugian tersebut minimal terjadi di empat kota, yakni Jakarta, Medan, Bogor, dan Deli Serdang berdasarkan hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

"Kami menemukan fakta kerugian ekonomi yang sangat signifikan terhadap industri perfilman, Rp 1,495 triliun di empat kota," kata Peneliti Senior dari LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin, dalam seminar Digital Economy & Creative Content Forum di JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2018).

"Oleh karena itu perlu diambil langkah-langkah strategis oleh pemerintah untuk menghadapi permasalahan serius ini," tambahnya.

Penelitian LPEM FEB UI tersebut dilakukan pada akhir tahun lalu dengan metode contingent valuation method atau survei.

Chaikal menjelaskan, pihaknya bertanya atau melakukan survei secara langsung kepada konsumen film legal dan ilegal tentang kesediaan membayar.

Dari situ, penelitian LPEM juga menemukan faktor-faktor yang memengaruhi seseorang untuk mengakses film bajakan.

"Di antaranya, akses terhadap bioskop, kecepatan internet, persepsi terhadap jumlah orang yang menonton film bajakan, persepsi melanggar hukum dan norma terhadap tindakan mengakses media illegal dan biaya internet," kata Chaikal.

Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) Fauzan Zidni menimpali bahwa data empiris kerugian yang dialami oleh industri film itu sangat berguna.

Baca: Dituding Saingi Maia Estianty, Ini Tanggapan Mulan Jameela Soal Singgle Terbarunya

Halaman
12
Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help