Warga Penambang di Kawasan Kuruk, Desa Lubuk Diberikan Peringatan

Camat Lubuk bersama Jajaran Polsek Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah mensosialisasikan secara persuasif terkait tambang inkonvensional

Warga Penambang di Kawasan Kuruk, Desa Lubuk Diberikan Peringatan
Ist
Camat Lubuk bersama Jajaran Polsek Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah mensosialisasikan secara persuasif terkait tambang inkonvensional (TI) kepada para penambang di seputaran hutan lindung Kuruk Desa Lubuk Simpang, Kamis (4/5/2018) 

Laporan Wartawan Bangkapos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Camat Lubuk bersama Jajaran Polsek Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah mensosialisasikan secara persuasif terkait tambang inkonvensional (TI) kepada para penambang di seputaran hutan lindung Kuruk Desa Lubuk Simpang, Kamis (4/5/2018)

Dimana tujuan kegiatan itu, untuk menghentikan aktifitas TI milik warga, sebelum ditindak tegas oleh para aparat polisi.

Camat Lubukbesar, Irwandi mengatakan, tujuanya melaksanakan kegiatan tersebut sebagai respon dari keresahan warga akan aktivitas TI di Kuruk yang beraktifitas dan, masuk ke kawasan hutan lindung dan produksi.

"Jangan sampai menimbulkan kesenjangan dan konflik di masyarakat kita laksanakan, di sosialisasi hari ini, para penambang sudah diberikan peringatan dan ultimatum tegas,"ujar Camat Irwandi kepada wartawan, Jumat (4/5/2018)

Ia menambahkan dari pada menimbulkan gejala gesekan kecemburuan sosial ataupun potensi konflik antara masyarakat lebih baik dihentikan karena lebih besar mudhorat daripada manfaat,"lanjutnya

Menurut camat, jangan sampai terjadi gesekan di masyarakat, sehingga perlu di beritahu apa apa yang salah dalam pelaksanaan itu.

"Lahan yang digarap penambang di Kuruk itu jelas menyalahi aturan, karena masih kawasan hutan lindung. Tentunya, kami dari pihak Kecamatan dan Kepolisian serta Pemdes akan sigap dan cepat bertindak dengan mensosialisasikan para penambang menghentikan aktivitas TI rajuk di Kuruk tanpa adanya tawar menawar lagi,"tuturnya

Terpisah, Kapolsek Lubuk Besar, Ipda Samsul Bayumi, saat ini mereka melakukan sosialisasi dan pendekatan secara persuasif, apabila membandel, baru pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

"Pendekatan masih dilakukan secara persuasif, tetapi apabila para penambang masih saja membandel akan dilakukan tindakan tegas sesuai dengan prosedur hukum berlaku,"ujarnya

Dalam giat tersebut, dikatakan Kapolsek Samsul Bayumi, menemukan 22 unit TI rajuk berada di Kuruk tiga dan 4 unit TI rajuk di Kuruk satu. Dari hasil pendataan, pemilik TI rajuk tersebut kebanyakan adalah warga Desa Lubuk Lingkuk dan Lubuk Besar.

"Kami masih sosialisasi ke para penambang pun telah membongkar peralatan ponton TI rajuk mereka, karena bila masih membandel, maka kami akan bertindak tegas,"tukasnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help