Dihadiri Bupati Hingga Tak Pakai Pengaman, Ini 6 Fakta Atraksi Gilas Mobil yang Menewaskan Santri

Acara wisudah siswa yang lulus ditambahi dengan atraksi bela diri dari Pagar Nusa mengakibatkan seorang santri meninggal dunia.

Dihadiri Bupati Hingga Tak Pakai Pengaman, Ini 6 Fakta Atraksi Gilas Mobil yang Menewaskan Santri
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Atraksi gilas menggunakan mobil berujung tragis, seorang peserta aksi meninggal dunia. 

BANGKAPOS.COM, BERAU - Kabar duka dari dunia pendidikan kembali terjadi.

Pelepasan dan perpisahan kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Kholil yang terjadi di Jalan Limunjan, RT 21, Kelurahan Sambaliung, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Utara, menimbulkan korban jiwa, Kamis (3/5/18) kemarin.

Acara wisudah siswa yang lulus ditambahi dengan atraksi bela diri dari Pagar Nusa mengakibatkan salah satu satu santri berinisial Rangga (16) meninggal dunia akibat terlindas.

Baca: Sibuk Memasak, Warga Ciracas Kaget Ular Kobra Masuk Dapur Rumahnya

Inilah 6 fakta kejadian santri meninggal dunia pada saat aksi gilas.

1. Pihak pondok pesantren sempat bungkam

Pengelola pondok pesantren memilih untuk bungkam.

Bahkan seorang pria di lokasi acara, sempat meminta salah seorang jurnalis televisi yang merekam kejadian itu, untuk tidak menayangkannya.

“Rekaman itu sudah diminta Polres Berau, katanya untuk bahan penyelidikan,” ungkap Widi dari Berau Vision yang dikutip dari Tribunkaltim.co

Bahkan, pihak RSUD Abdul Rivai, tempat korban dilarikan setelah kecelakaan sempat enggan memberikan komentar terkait kondisi korban yang dilaporkan tewas akibat luka dalam.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved