Kasus Tewasnya Bocah MJ di Monas saat Pembagian Sembako, Begini Cerita Sang Ayah

Djunaidi, ayah dari MJ (13) yang diduga tewas saat acara pembagian sembako menceritakan kronologi kematian anaknya

Kasus Tewasnya Bocah MJ di Monas saat Pembagian Sembako, Begini Cerita Sang Ayah
KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA
Ayah MJ (13), Djunaidi menceritakan kronologi kematian anaknya yang diduga meninggal saat mengantre sembako di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu pekan lalu usai diperiksa di Ditkrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2018). 

Djunaidi dan keluarganya diajak ke Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan.

Sesampainya di sana, petugas rumah sakit langsung mengantarkan Djunaidi ke ruang pasien.

Adapun petugas mempertemukan Djunaidi dengan pasien dengan ciri-ciri yang sempat disebutkan Djunaidi kepada polisi dan panitia.

"'Bapak, anak Bapak ciri-cirinya besar, gemuk, rambut keriting?'. 'Iya, benar'. Saya dibawa ke ruang pasien lalu ditunjukan, 'Ini Pak'. Saya bilang, bukan (MJ). Di situ saya pikir, 'ini kenapa-kenapa'," ujar Djunaidi.

Petugas kemudian membawa Djunaidi ke ruang jenazah.

Di ruangan itu Djunaidi diperlihatkan jasad seorang anak laki-laki yang ternyata merupakan MJ.

Djunaidi menanyakan penyebab kematian MJ.

Di hidung MJ terlihat bercak darah.

Adapun dokter yang menangani MJ mengatakan, sekitar pukul 15.30 WIB dua petugas Satpol PP membawa MJ ke rumah sakit dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Setelah diberikan penanganan, pukul 19.40 WIB, MJ dinyatakan meninggal.

Baca: Wow Penampilan Terbaru Aurel Hermansyah Dibilang Mirip Bintang Hollywood

"Menurut dokter anak saya masuk pukul 15.30 WIB, dibawa dua petugas Satpol PP, tidak sadarkan diri."

"Menurut petugas Satpol PP (MJ) ditemukan di luar (Monas)," ujar Djunaidi.

"Saya tanya apa anak saya dianianya. Dokter jawab, tidak."

"Tapi saya penasaran kenapa mengeluarkan darah terus."

"Kata dokter suhu badannya di atas normal melebih 42 derajat Celcius," ucap Djunaidi.

"Dia bantu, enggak turun-turun suhunya, sudah enggak sadar diri, kejang-kejang."

"Sekitar 19.40 WIB dia bilang anak saya sudah tidak ada."

"Dan itu pembuluh pecah dan karena dehidrasi tinggi, saya bilang enggak usah diotopsi," ujar Djunaidi.

Selain MJ, bocah MR (11) juga diduga meninggal akibat terimpit massa saat pembagian sembako yang digelar Forum Untukmu Indonesia.

Adapun keluarga MR melaporkan ketua panitia Dave Santosa ke Bareskrim Polri atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian.(*)(Kompas.com/Kontributor Jakarta, David Oliver Purba)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ayah Ungkap Kronologi Peristiwa Anaknya yang Tewas di Monas

Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved