Berani Menimbun Sembako Siap-siap Didatangi Satgas Pangan

Pelaku usaha bidang pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diwanti-wanti untuk tidak melakukan penimbunan pangan, menaikkan

Berani Menimbun Sembako Siap-siap Didatangi Satgas Pangan
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Wakil Direktur Krimsus Polda Babel, Indra Krismayadi dalam kesepakatan bersama untuk mendukung dan menjamin keamanan dan kelancaran distribusi pangan dan migas di tingkat distributor hingga ke konsumen, di Restoran Aroma Laut, Senin (7/5/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pelaku usaha bidang pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diwanti-wanti untuk tidak melakukan penimbunan pangan, menaikkan harga dan dan menjaga ketersediaan pasokan jelang Ramadan dan lebaran.

Hal ini disepakati oleh para pelaku usaha yang tertuang dalam kesepakatan bersama untuk mendukung dan menjamin keamanan dan kelancaran distribusi pangan dan migas di tingkat distributor hingga ke konsumen, di Restoran Aroma Laut, Senin (7/5/2018).

Wakil Direktur Krimsus Polda Babel, Indra Krismayadi mewakili ketua satgas Pangan Babel menyebutkan pihaknya tak segan-segan menindak para pelaku penimbunan yang berdampak pada kenaikan harga.

""Presiden titip pesan kepada pak Menteri dan Kapolri ada dua perhatian terkait puasa dan lebaran itu kemacetan di minimalisir, dan ketersediaan bahan pokok dan harga, kami tidak segan menindak kalau ada penimbunan, makanya kita buat kesepakatan ini," katanya dalam sambutan kesepakatan bersama stabilisasi harga bahan pokok.

Ia menyebutkan, pihaknya tidak main-main dalam penegakan hukum terhadap mafia pangan, gas, dan pupuk. Menurutnya, sejak terbentuknya satgas pangan pada 2017 sudah 14 perkara yang ditangani satgas pangan.

"Upaya penegakan hukum tidak main 14 perkara tahap 2, salah satunya gas LPG 3 kg, yang dioplos ke 12 kg. Terkait penyediaan beras dan pupuk. Pupuk yang dijual ternyata Kadaluarsa, membeli harga murah sumber utama dijual dengan harga sama. Minyak goreng Kadaluarsa kita sikat juga, bungkusnya dibuang lalu dimasukkan ke jerigen dijual eceran, wortel impor dan kurma kadaluarsa juga sudah kita tindak," sebutnya.

Ia mengingatkan pihaknya akan melakukan pengawasan dan penegakan hukum, namun pihaknya akan terlebih dahulu melakukan peringatan.

"Kita akan penengakan hukum, sehingga harus taat aturan, kita ingatkan jangan sampai ada penangkapan lebih lanjut. Kalau ini masuk pidana kita tindaklanjuti ke penyelidikan," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help