Dari 300 Miliar baru 8,8 Miliar Potensi Zakat yang Dikelola Baznas

Potensi penerimaan zakat di Bangka Belitung mencapai Rp 300 miliar. Demikian dinyatakan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Babel

Dari 300 Miliar baru 8,8 Miliar Potensi Zakat yang Dikelola Baznas
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Ketua Baznas Babel Sofyan Tsauri 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Potensi penerimaan zakat di Bangka Belitung (Babel) mencapai Rp 300 miliar. Demikian dinyatakan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Babel Sofyan Tsauri kepada Bangka Pos di sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Baznas se-Babel di ruang pertemuan Puri 56, Pangkalpinang, Senin (7/5/2018).

Namun, kata Sofyan, dari potensi zakat tersebut, Baznas se-Babel hanya dapat mengumpulkan Rp 8,8 miliar saja. Ini berarti potensi yang tergarap hanya 2,6 persen dari total potensi yang ada.

Sofyan mengakui, potensi zakat lewat Baznas masih mengandalkan zakat dari para ASN. Itupun belum sepenuhnya optimal.

Meski demikian, pihaknya sudah mulai menjangkau para pedagang hingga pekerja profesional.
Sofyan meyakini jika potensi zakat ini dapat dimaksimalkan, maka kemiskinan di Babel dapat dengan mudah diatasi.
"Tahun kemarin, yang terkumpul baru Rp 8,8 miliar se-Babel. Masih jauh kan," kata dia.

Menurut dia, rendahnya penerimaan zakat ini dikarenakan banyak warga Babel kurang menyadari kewajiban dan pentingnya zakat. Dia juga mengakui Baznas sendiri belum optimal menjangkau para wajib zakat meskipun dukungan peraturan perundang-undangan terkait zakat telah memadai.

Selain itu, Sofyan juga berharap kepala daerah di kabupaten kota dapat lebih mengoptimalkan potensi zakat dengan lebih giat menganjurkan para pegawinya untuk berzakat.
"Pemerintah daerah sudah ada ketentuan sebenarnya. Itu bukan sifatnya memaksa. Kesadaran mengeluarkan zakat ini saja masih kurang," kata dia.

Pengeloaan zakat di Baznas dinyatakan akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Semuanya tercatat secara online dan dilaporkan ke pusat.
"Jadi artinya, kalau orang meragukan, berarti dia tidak aktif mencari tahu. Semuanya bisa dicek," ucap Sofyan. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved