Ekonomi Babel Tumbuh Melambat 2,46 Persen

Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan I 2018 tumbuh melambat 2,46 persen dibandingkan triwulan I-2017 (y on y)

Ekonomi Babel Tumbuh Melambat 2,46 Persen
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Suasana konferensi pers Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik Babel di ruang pertemuan Kantor BPS Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (7/5/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan I 2018 tumbuh melambat 2,46 persen dibandingkan triwulan I-2017 (y on y). Hal ini terungkap pada Konferensi Pers Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Babel di ruang pertemuan Kantor BPS Babel, Senin (7/5/2018) siang tadi.

Berdasarkan BRS mengenai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha, perlambatan kinerja perekonomian disebabkan karena dua lapangan usaha yang berkontribusi besar mengalami kontraksi yakni lapangan usaha pertambangan, penggalian, dan industri pengolahan. Penurunannya mencapai -5,98 % hingga -0,58 persen.

Adapun pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 14,67%, diikuti jasa pendidikan (8,44%), dan Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (8,17%).

Sementara itu, berdasarkan PDRD menurut pengeluaran, pertumbuhan terjadi pada beberapa komponen pengeluaran, kecuali komponon ekspor luar negeri yang berkontraksi sebesar 2,35 persen dan komponen pengurang PDRB yaitu impor luar negeri yang tumbuh cukup tinggi yakni 52,80 persen. Komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah perubahan inventori (96,28%), pengeluaran konsumsi pemerintah (6,39%), dan pengeluaran konsumsi rumah tangga (5,95 %).

Tingginya pertumbuhan inventori pada triwulan ini (y on y) didorong oleh menurunnya kinerja ekspor sehingga barang yang dihasilkan tertahan di persediaan.

Kepala BPS Babel Darwis Sitorus menjelaskan, dari hasil diskusi, dapat disebut bahwa pertumbuhan ini belum sesuai harapan sebab angka inflasi berkisar 3 persen.

"Seharusnya pertumbuhan ekonomi juga bisa berkisar di angka 3 persen," kata dia.

Dia menjelaskan, hasil diskusi juga mengungkap pertumbuhan ekonomi Babel yang selama ini mengandalkan pertambangan dan industri logam dasar, melambat karena ada kebijakan ekspor yang awalnya ditangani Disperindag Babel kini beralih ke kementerian/lembaga.

Konsumen Optimistis Ekonomi Babel Membaik di Periode Selanjutnya

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help