Ekonomi Babel Tumbuh Melambat 2,46 Persen

Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan I 2018 tumbuh melambat 2,46 persen dibandingkan triwulan I-2017 (y on y)

Ekonomi Babel Tumbuh Melambat 2,46 Persen
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Suasana konferensi pers Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik Babel di ruang pertemuan Kantor BPS Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (7/5/2018). 

Konsumen di Bangka Belitung optimistis ekonomi Babel membaik di periode berikutnya. Ini tercermin dari tingginya
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Babel yang disampaikan pada Konferensi Pers Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Stasitik (BPS) Babel, Senin (7/5/2018) siang tadi.

ITK Babel menarik pasalnya se-Sumatera, angkanya menjadi yang tertinggi yakni 110,51. Bahkan secara nasional, ITK Babel dinyatakan adalah yang tertinggi.

Sekadar diketahui, ITK dibentuk berdasarkan komponen Indeks Pendapatan Kini, Pengaruh Inflasi terhadap Konsumsi, Volume Konsumsi, Pendapatan Mendatang, hingga Indeks Pembelian Barang Tahan Lama. ITK menggambarkan situasi bisnis dan perekonomian secara umum menurut pendapatan konsumen yang didasarkan pada persepsi konsumen mengenai keadaan bisnis dan perekonomian.

Jika nilainya berada pada kisaran angka 100-200, maka ini berarti masyarakat di Babel optimistis kondisi perekonomian periode berikutnya meningkat dibanding periode tahun sebelumnya.

Kepala BPS Babel Darwis Sitorus mengakui ITK Babel unik.

Dia menjelaskan, berdasarkan pengalaman data sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Babel sangat dipengaruhi oleh tingginya konsumsi rumah tangga.

Jika dikaitkan dengan lapangan kerja, kata dia, maka peluang lapangan kerja masih terbuka untuk sektor informal. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat optimistis terhadap kondisi ekonomi periode berikutnya.

"Kalau kita hubungkan dengan optimisme masyarakat bahwa triwulan kedua masih tinggi, artinya (diprediksi) pendapatan masih tinggi sebab masih mudahnya mencari pekerjaan di sektor informal, seperti buruh, menambang," kata Darwis.

Darwis meyakini bahwa optimisme masyarakat tersebut akan terbukti pada triwulan berikutnya.

"Ketika dia mau bekerja, artinya peluang pendapatan itu terbuka lebar. Khususnya di sektor informal. Saya kira yakin saja," katanya. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help