Film Avengers: Infinity War, Cerminan Pemujaan Manusia Terhadap Batu Bertuah

Batu Keabadian atau Infinity Stone di film Avengers terbaru terinspirasi oleh kisah-kisah nyata, begitu pula Batu Bertuah dalam kisah

Film Avengers: Infinity War, Cerminan Pemujaan Manusia Terhadap Batu Bertuah
Dok.INSTAGRAM
Infinity Stone (Dok.INSTAGRAM) 

BANGKAPOS.COM - Batu Keabadian atau Infinity Stone di film Avengers terbaru terinspirasi oleh kisah-kisah nyata, begitu pula Batu Bertuah dalam kisah Harry Potter, menurut penulis Quinn Hargitai.

Para penggemar mungkin tak sabar ingin melihat Avengers: Infinity War yang berupaya menyatukan banyak pahlawan Marvel dalam satu layar. Namun dalam film tersebut ada "penyatuan" lain yang membuat penggemar tak sabar, yaitu terkumpulnya semua Batu Keabadian.

Batu Keabadian digambarkan sebagai penyimpan kekuatan yang tak terbayangkan, sisa-sisa dari keistimewaan dari 'sebuah masa sebelum penciptaan'.

Batu- batu ini pernah muncul di film-film Marvel Studios dalam satu dekade terakhir, tapi tak pernah tampil bersamaan.

Sejauh ini, kita sudah melihat apa yang mampu dilakukan oleh batu-batu tersebut, dari memutar balik waktu, membuka portal ke galaksi lain, dan menghancurkan planet-planet. Karena itu, penyatuan enam batu tersebut merupakan ancaman yang harus dihadapi semua pahlawan Marvel.

Bagaimanapun, meski gabungan ancaman dari semua Batu Keabadian adalah hal baru di film Marvel, namun legenda batu permata mistis ini adalah sesuatu yang sudah muncul sejak lama.

Tim kreatif Marvel tak pernah membantah bahwa mereka sering memasukkan pengaruh kekuatan mistis dalam kisah-kisah mereka. Mulai dari 'perjalanan pahlawan' yang mulus dalam Spiderman, sampai ke penggunaan tokoh-tokoh seperti Thor, Loki, dan Odin.

Batu Keabadian bukanlah hal baru dalam tren Marvel ini, dan menjadi salah satu contoh batu mistis yang muncul sebagai legenda sepanjang sejarah kemanusiaan.

Setiap mitos datang dengan artefak legendaris, namun batu-batu yang memiliki kekuatan misterius dan ajaib adalah mitos yang paling bertahan sepanjang peradaban.

Dari berbagai pengasah batu di abad pertengahan banyak yang menjanjikan kemampuan menyembuhkan dan menghilangkan kesialan, sampai mata panah neolitik yang keliru disebut sebagai "batu petir".

Halaman
1234
Editor: Evan
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved