Polisi Datang, Penambang Sungai Berok Belinyu Menghilang

Pada saat tim ke lokasi ditemukan lima unit TI Rajuk mini yang ditinggalkan para pekerjanya. Selanjutnya dilakukan pembongkaran

Polisi Datang,  Penambang Sungai Berok Belinyu Menghilang
istimewa
Tim Gabungan Polisi Erairan berada di lokasi tambang ilegal Sungai Berok Belinyu dan menyita barang bukti berupa peralatan tambang, Selasa (8/5/208). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Akhirnya polisi bertindak tegas menghentikan tambang ilegal (TI Rajuk) di Sungai Berok Belinyu Bangka, Selasa (8/5/2018).

Penertiban dilakukan seiring tuntutan nelayan dan LKPI Bangka, yang sudah beberapa kali meminta aparat bertindak.

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian kepada Bangka Pos Groups, Selasa (8/5/2018) malam mengatakan, penertiban dilakukan oleh Tim Gabungan Satpolair Polres Bangka dan Ditpolair Polda Babel.

Tim yang diterjunkan tak hanya menghentikan aktifitas tapi juga termasuk menyita peralatan tambang.

"Pada Hari Selasa Tanggal 8 Mei 2018 Pukul 14.00 hingga Pukul 17.00 WIB telah dilaksanakan kegiatan penertiban TI yang beroperasi di Muara Aliran Sungai Berok Belinyu. Penertiban dilaksanakan oleh gabungan personil Ditpolair Polda Kepulauan Babel dan Satpolair Resort (Polres) Bangka," katanya.

Personil gabungan bergerak dipimpin oleh Kasat Polair Polres Bangka, AKP Elpiadi. Namun seperti biasa, seolah razia sudah bocor, saat polisi datang, pekerja malah menghilang.

"Pada saat tim ke lokasi ditemukan lima unit TI Rajuk mini yang ditinggalkan para pekerjanya. Selanjutnya dilakukan pembongkaran terhadap TI Rajuk tersebut dan diamankan lima unit mesin robin," kata Sophian.

Razia penertiban ini diakui Sophian tak menjangkau seluruh wilayah penambangan yang dimaksud.

Hal itu dikarenakan kondisi air sungai sedang dalam keadaan tak memungkinkan bagi perahu atau kapal polisi untuk bergerak cepat.

" Anggota tidak bisa menjangkau keseluruhan wilayah karena air pada saat itu sedang surut dan medan berlumpur, berair dan tidak bisa dilalui oleh kapal speed," katanya.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help