PLN Sediakan 80 Juta VA untuk Babel

PLN wilayah Bangka Belitung (Babel) menggelar multistakeholder forum bertajuk "80 Juta VA Untuk Mendorong Investasi di Bangka Belitung"

PLN Sediakan 80 Juta VA untuk Babel
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Suasana multitakholder forum yang digelar PLN Babel di ballroom Hotel Santika, Bangka Tengah, Rabu (9/5/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Bangka Belitung (Babel) menggelar multistakeholder forum bertajuk "80 Juta VA Untuk Mendorong Investasi di Bangka Belitung", Rabu (9/5/2018) siang di Ballroom Hotel Santika, Bangka Tengah.

Forum tersebut mengundang para pelaku usaha, perwakilan pelanggan, perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, media massa, dan berbagai tamu stakeholder PLN lainnya.

"Sampai lima tahun mendatang ada 80 juta Volt Ampere (VA) yang disediakan untuk memenuhi keperluan masyarakat investasi, bisnis dan rumah tangga di Bangka Belitung," beber General Manager PLN Babel Abdul Mukhlis di dalam forum.

Dia menjelaskan, dari pembangkit berupa PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel), PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), hingga Mobile Power Plant (MPP) yang tersebar di Bangka dan Belitung, saat ini PLN Babel memiliki total daya mampu sekitar 173 Mega Watt (MW) di Bangka dengan demand tertinggi sebesar 138 MW.

Sementara di Belitung, PLN memiliki total daya mampu sebesar 75 MW dengan demand tertinggi 41 MW.

Itu berarti ketersediaan listrik di Babel surplus sebanyak 80-90 MW. Jumlah tersebut setara dengan 61 ribu pemasangan rumah tangga atau 144 lokasi industri atau 400 lokasi bisnis.

"Kami agak agresif memasarkan ini. Karena cukup banyak lebihnya saat ini," ujar Abdul Mukhlis.

Dia juga memaparkan rencana kelistrikan PLN di Babel. Beberapa di antaranya adalah memasang kabel bawah laut yang menghubungkan antara Tanjung Siapi-api (Sumatera) dan Muntok (Bangka), serta kabel bawah laut Bangka-Belitung.

Disebutkan, koneksi kabel bawah laut Bangka-Sumatera senilai Rp 1,5 T itu saat ini sedang dalam proses lelang dan diperkirakan akan terwujud pada beberapa tahun mendatang. Kabel bawah laut dipasang untuk menekan biaya produksi listrik PLN di Babel dengan cara mengurangi pemakaian PLTD.

"Dalam waktu 4 tahun (modal pembangunan kabel listrik) bisa kembali," kata Abdul Mukhlis.

Multistakeholder Forum rutin digelar PLN setiap tahun sejak 2016. Dalam forum, PLN meminta masukan dan saran mengenai pelayanan dan rencana kelistrikan di Babel.

"(Masukan dan saran) ini akan kami kumpulkan. Kami tindaklanjuti. Dan kami juga akan disurvei oleh survei independent apakah ada perubahan dari layanan kami," kata Abdul Mukhlis. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved