Advertorial

Ingin Meningkatkan Publikasi Informasi, Biro Humas Lakukan Strategi Ini

Menyampaikan informasi tidak hanya terbatas menggunakan media cetak, tetapi juga dapat mengunakan media elektronik seperti televisi.

Ingin Meningkatkan Publikasi Informasi, Biro Humas Lakukan Strategi Ini
Istimewa
Kegiatan bertajuk "Optimalisasi Publikasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Media Televisi dan Radio" ini diikuti sejumlah pranata humas dan ASN yang bergerak di bidang kehumasan dari sejumlah instansi.

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menyampaikan informasi tidak hanya terbatas menggunakan media cetak, tetapi juga dapat mengunakan media elektronik seperti televisi.

Untuk itu, humas yang bergerak dan bekerja melakukan publikasi harus mengetahui cara mengemas informasi menggunakan media tersebut.

Demikian disampaikan Erik Kasubag Publikasi Elektronik dan IT Biro Humas Setda Babel saat Workshop Humas Bidang Media Elektronik, di Lantai IV, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (9/5/2018).

Kegiatan bertajuk "Optimalisasi Publikasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Media Televisi dan Radio" ini diikuti sejumlah pranata humas dan ASN yang bergerak di bidang kehumasan dari sejumlah instansi.

"Pembelajaran ini bukan hanya untuk kemampuan bekerja. Sebab jika bisa mengambil gambar yang baik, bisa menjadi peluang usaha editing video. Tentunya ilmu dan pengetahuan ini dibutuhkan institusi tempat kita bekerja," kata Erik.

Hal senada dikatakan Joko narasumber workshop praktisi dan jurnalis televisi. Menurutnya, ilmu yang disampaikan ke peserta workshop merupakan pengalaman selama menjadi jurnalis televisi.

Diharapkan dengan menggunakan cara mengaplikasikan langsung, peserta workshop lebih mudah paham.

"Agar ingin bisa menyajikan produk video yang bagus, maka harus mengaplikasikan langsung. Semua ini dapat dilatih. Jika workshop ini masih belum cukup untuk mengasah pengetahuan, kita dari IJTI Babel siap mambantu. Rekan humas bisa datang ke kantor IJTI Babel," jelasnya.

Sementara Lalang narsum yang juga praktisi jurnalis radio menjelaskan, untuk membuat berita di radio menggunakan bahasa bertutur. Untuk menghindari kesalahan menyangkut akurasi, ada baiknya naskah ditulis terlebih dahulu, selanjutnya melaporkan dengan cara membaca naskah.

Terdapat beberapa sifat siaran radio. Ia menambahkan, pertama siaran langsung. Selain itu siaran tunda dengan cara merekam bahan berita. Pelaporan berita hendaknya mampu membawa imajinasi pendengar, sehingga mengetahui kondisi di lapangan.

"Penyampaian informasi harus benar-benar sampai ke publik. Untuk menyajikan berita radio, hendaknya menguasai program adobe auditing. Program ini digunakan untuk mengolah rekaman suara sebelum disiarkan," kata Lalang. (advertorial)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved