Oknum Karyawan PT Timah Ini Tidak Ditahan Usai Penggerebekan Polisi

Penanganan perkara timah yang diduga dilakukan oknum Karyawan PT Timah, saat ini, penyidik telah menerbitkan

Oknum Karyawan PT Timah Ini Tidak Ditahan Usai Penggerebekan Polisi
Bangkapos/Fery Laskary
barang bukti pasir timah diduga ilegal dibawa oleh diduga dibawa oknum Karyawan PT Timah berinisial TF alias TP. Timah tersebut dari Batubelubang langsung dibawa TP ke rumahnya di Kampung Jawa Sungailiat, kemudian disergap polisi, Selasa (8/5/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Polisi terkesan ragu-ragu menetapkan status tersangka pada TF alias TP, oknum Karyawan PT Timah Tbk, yang dipergoki mengangkut pasir timah setengah ton dari Tambang Batubelubang Bangka Tengah ke rumahnya di Kampung Jawa Sungailiat Bangka.

Padahal penyergapan oleh polisi sudah terjadi lebih dari 3x24 jam, tepatnya, Selasa (8/5/2018) lalu.

Namun hingga Jum'at (11/5/2018) petang, status TP alias TF, masih sebagai saksi, bukan tersangka.

Tak heran jika sejumlah pihak kemudian menduga, kasus ini seolah 'ada apa-apanya'.

Karena biasanya, penetapan tersangka pada perkara pidana serupa berlangsung cepat, berbeda kali ini.

Pihak Polres Bangka, hanya menyatakan bahwa baru sebatas menerbitkan laporan polisi (LP) sebagai dasar penyidikan. 

"Penanganan perkara timah yang  diduga dilakukan oknum Karyawan PT Timah, saat ini, penyidik telah menerbitkan laporan polisi sebagai dasar untuk dilakukan penyidikan, yang dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan saksi ahli. Untuk oknum (TP alias TF) tidak ditahan karena masih diperiksa selaku saksi," kata Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian, Jum'at (11/5/2018) petang.

Sophian menyatakan,  penyidikan baru akan dilakukan setelah selesai pemeriksaan saksi oleh pihak Satreskrim Polres Bangka.

Itu pun masih ada tahapan lain, yaitu proses gelar perkara sebelum penetapan status tersangka. 

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help