Sering Diundang Orasi Ilmiah, Megawati Akui Sering Diminta Jadi Pembisik ke Jokowi, Ini Jelasnya

"Mereka ini (ternyata) pingin curhat. Saya tahu. Tapi itu, kan, pembahasan di DPR. Jadi, saya mau disuruh ngomong ke Pak Jokowi, kan? ..."

Sering Diundang Orasi Ilmiah, Megawati Akui Sering Diminta Jadi Pembisik ke Jokowi, Ini Jelasnya
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Megawati Soekarnoputri 

BANGKAPOS.COM -- Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengaku heran karena masih sering diundang untuk menyampaikan orasi ilmiah dalam berbagai momen.

Salah satunya diundang memberi orasi ilmiah dalam peringatan Hari Perawat Internasional 2018 yang diselenggarakan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/5/2018).

Baca: Begini Penampakan Rumah Mewah Bunga Zainal Usai Dinikahi Bos Tajir Pemilik Rumah Produksi, Wow!

"Kalau saya ada undangan, saya mikir. Kenapa ya, saya mau diapakan ya," seloroh Megawati.

Namun, Mega mengaku akhirnya menyadari bahwa dia diharapkan bisa menjadi penyambung aspirasi para pengundang kepada Presiden Joko Widodo.

Baca: Ketahuan, Suara Lucinta Luna Saat Sentuh Barang Ini Bikin Kaget, Dasar Kau Keong Racun!

Sebelum acara ini, Mega juga mengaku mendatangi kegiatan yang diinisiasi oleh para bidan.

Mega diminta menjadi penyampai pesan ke Presiden Jokowi.

Baca: Kajol Ungkap Rahasia Besar Saat Sesi Foto Cover Film Kabhi Khushi Kabhie Gham, Ternyata

"Mereka ini (ternyata) pingin curhat. Saya tahu. Tapi itu, kan, pembahasan di DPR. Jadi, saya mau disuruh ngomong ke Pak Jokowi, kan? Ya kok susah amat, pakai dirayu kiri-kanan," ujar Ketua Umum PDI-P ini.

"Tapi saya senang ketemu anak begini banyak," tambahnya.

PPNI menyebutkan, pada saat ini masih ada 81.000 tenaga kesehatan di berbagai wilayah di Indonesia yang masih belum jelas statusnya dan kesejahteraannya tidak baik.

Baca: Baiknya Seperti Ibu Peri, Begini Cara Ashanty Beri Kejutan di Wisuda Azriel Hermansyah, Bikin Adem

Pemerintah diharapkan bisa memperhatikan kaum perawat.

Para perawat berharap statusnya segera disesuaikan menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Baca: Youtuber Bule Ungkap Level Bahasa Inggris Ayu Ting Ting Seperti Cewek-Cewek Blok M, Artis Lainnya?

Hanya saja, revisi atas undang-undang tentang ASN masih belum dapat dilakukan karena belum adanya daftar inventaris masalah (DIM).

Mega mengatakan, dirinya sempat bertanya kepada anggota DPR, Rieke Diah Pitaloka, mengenai lambatnya proses itu.

"Saya tanya ke Rieke, apa pasalnya? Dia bilang, 'Cuma 1 ayat, Bu'. Lalu "DIM"-nya di mana? Dijawab lagi, 'Itu enggak ada Bu'," tanyanya.

Baca: Dewi Perssik Hapus Foto Suami, Lalu Sertakan Tagar AntiSelingkuh, Yes 2019 Ganti Suami Lagi

"Kalau protap itu harus ada DIM-nya," ujarnya lagi.

Mega meminta perawat untuk terus berjuang.

Baca: Gara-gara Truk Tangki, Wanita Ini Berjemur di Jalan Raya, Ternyata Ini yang Sebenarnya Terjadi

Setiap organisasi mesti harus ada yang diperjuangkan, termasuk mendorong agar anggotanya diberi perhatian oleh pemerintah.

"Harusnya itu sudah ada di sistem tata negara kita dan itu sudah ada. Soal PNS itu sangat, sangat, sangat, memusingkan," ujarnya.(Kontributor Semarang, Nazar Nurdin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Megawati Sadar Sering Diminta Jadi Pembisik Curhatan ke Jokowi"

Baca: Pakai Aplikasi WeChat, Gadis Cantik Ini Berhasil Menjual 100 Mini Cooper, 5 Menit Habis Terjual

Baca: Sempat Viral, Singgung Kopassus, Marinir & Panglima TNI, Kapolres Karawang Dipindah ke Sini

Baca: Dikenal Angker, Tapi Ada yang Pernah Lolos, 145 Napi Teroris Pindah ke Lapas Nusakambangan

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help