Rivai Berharap Promosi Mandi Belimau Lebih Wow Agar Bisa Menarik Wisatawan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Babel Ahmad Rivai mengatakan keinginan masyarakat untuk melestarikan Ritual Adat Mandi Belimau

Rivai Berharap Promosi Mandi Belimau Lebih Wow Agar Bisa Menarik Wisatawan
Bangka Pos / Nurhayati
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Babel Ahmad Rivai menyerahkan buku mengenai berkas perjuangan Depati Amir untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional saat acara Mandi Belimau, Minggu (13/5/2018) di Lubuk Bunter Desa Jada Bahrin 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Babel Ahmad Rivai mengatakan keinginan masyarakat untuk melestarikan Ritual Adat Mandi Belimau ini perlu didukung karena bagian tradisi di Desa Jade dan Desa Kimak Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

Untuk itu pemerintah daerah perlu memberikan support tidak hanya sebatas acara Mandi Belimau tetapi juga didukung acara lain yang menjadi satu rangkaian kegiatan tidak hanya berdampak bagi kebudayaan tetapi juga berdampak pada sektor pariwisata.

"Penyelenggaraannya harus memiliki manfaat yang lebih bukan sekedar serenomial," kata Rivai kepada bangkapos.com usai acara Ritual Adat Mandi Belimau, Minggu (13/5/2018) di Lubuk Bunter Desa Jada Bahrin.

Ia juga berharap setiap tahun penyelenggaraan Ritual Adat Mandi Belimau ini semakin baik dan ramai. Rivai menyarankan bisa disupport event lain seperti menghadirkan Usaha Kecil Menengah (UKM).
"Jadi orang yamg datang pulangnya bawa oleh-oleh. Sebuah budaya dikelola sedemikian rupa harus mempunyai dampak manfaat untuk masyarakat akan indah jika didukung sektor pariwisata yang memberi efek dominan," saran Rivai.

Disinggung mengenai lokasi pelaksanaan Mandi Belimau yang kurang strategis dimana hanya sedikit masyarakat yang datang menurut Rivai bukan dari lokasi tetapi bagaimana mempromosikan kegiatan ini di tingkat nasional maupun internasional supaya semakin banyak warga bisa berkunjung ke Desa Jada Bahrin dan Kimak.

"Tidak ada kendala kalau mengenai akses jalan ke sini tetapi bagaimana mempromosikan kegiatan ini supaya lebih wow, lebih wah melalui media yang ada baik lewat media massa maupun media elektronik," ungkap Rivai.

Dia mengatakan Ritual Adat Mandi Belimau sudah menjadi agenda pariwisata di Kabupaten Bangka dan Provinsi Babel.

Apalagi menurutnya Bangka Belitung yang memiliki wisata bahari, pesisir dan pulau-pulau kecil dimana akan lebih menarik jika di dukung event yang menyangkut budaya dan juga event lainnya.

"Jadi orang datang ke sini tidak hanya menikmati pantai, menginap di hoteldan ada agenda budaya seperti Mandi Belimau sehingga bisa memperpanjang tinggal di Bangka," saran Rivai.

Mengenai keinginan Muchtar Bahrin yang berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah agar keturunan Depati Bahrin dari berbagai daerah di Indonesia bisa hadir di Bangka saat acara Mandi Belimau, menurut Rivai hubungan keturunan Depati Bahrin di Kupang NTT yang sudah terjalin ini menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Bangka Belitung. Untuk itu harus dihargai.

"Keluarga Depati Bahtin turun temurun mereka tentu ingin setiap tahun hadir disini bahkan mereka datang dengan biaya sendiri. Bagaimana kita dari Kabupaten Bangka dan provinsi memberi supporting karen mereka bagian dari keluarga Depati Bahrin yang tidak bisa dipisahkan," kata Rivai.

Berkaitan dengan pengajuan Depati Amir menjadi pahlawan nasional menurutnya wajib didukung karena tahapan ini sudah dilalui. Bahkan keluarga Depati Bahrin di NTT susah memberikan dukungan agar Depati Amir bisa menjadi pahlawan nasional.

"Pemprov Babel sudah lama menperjuangkannya.Ini perlu dukungan masyarakat dan dukungan keluarga besar Depati Bahrin. Setelah perjuangan ini selesai bukan memutuskan hubungan tetapi mempererat hubungan Depati Bahrin di NTT dengan di Bangka," harap Rivai.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help