Ali Imron Sebut Ada Pabrik Tapioka di Bateng Belum Miliki Izin Lengkap, Kok Bisa?

Sebanyak dua pabrik Tapioka yang berada di Kabupaten Bangka Tengah beroperasi sejak 2016 lalu. Diantara keduanya terdapat

Ali Imron Sebut Ada Pabrik Tapioka di Bateng Belum Miliki Izin Lengkap, Kok Bisa?
Bangka Pos / Evan Saputra
Kepala DLH Bateng, Ali Imron 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Sebanyak dua pabrik Tapioka yang berada di Kabupaten Bangka Tengah beroperasi sejak 2016 lalu. Namun dari dua pabrik tersebut, satu pabrik diantarnya ternyata belum memilik izin lengkap.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala DLH Bangka Tengah Ali Imron yang mengatakan jumlah pabrik Tapioka di Bateng berada di dua tempat berbeda Desa Beruas dan Simpang Jongkong.

"CV Kasava 787 yang pabrik berada di Desa Beruas sudah memiliki izin lengkap UPLUPL (Upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan) dari situ izin lingkungan, karena sekalanya kecil dan produksinya kecil belum sampai ke amdal industri,"ujar Ali kepada wartawan, Senin (14/5/2018)

Namun menurutnya, pabrik Kasava saat ini masih off, karena terkait kurangnya bahan baku, dengan kapasitas 500 kilo per hari.

"Karena saat ini belum panen, panen raya di Agustus nanti, mereka terkendala dengan bahan baku, mereka telah beroperasi sejak 2016 lalu,"lanjutnya

Sementara pabrik tapioka lainnya menurut Ali Imron belum memiliki izin lengkap dan sering pula dikeluhkan bau busuk timbul dari pabrik ini.

"Belum ada, pabriknya besar, harus ada izin UPLUPL minimal itu, tetapi mereka baru mengusulkan, sempat kita tegur karena bau yang dikeluhkan, mereka ini mulai jalan 2016, sempat kita memberikan teguran sebelum dokumen lengkap jangan jalan dulu, karena tanpa itu berarti ilegal,"ujarnya

Ali menambahkan bahwa pihaknya bukan, tidak memberikan kesempatan investor pabrik untuk beroperasi di Kabupaten Bateng, namun menurutnya untuk mematuhi aturan semua persyaratan yang telah ditentukam harus dilaksanakan.

"Sepanjang investor itu memiliki studi kelayakan, dan berwawasan lingkungan, kami Pemerintah daerah mendukung san mendorong investor untuk menambah PAD dan segala macam, dan turut juga membantu produktifitas hasil pertanian, namun sepanjang kunci utama ia harus ramah lingkungan dan harus membuat dokumen lingkunganya,"ujarnya.

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help