Didit Minta Komisi II Undang Seluruh Perusahaan Sawit di Babel

Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya agar Komisi II untuk mencarikan solusi soal turun naiknya harga TBS petani sawit

Didit Minta Komisi II Undang Seluruh Perusahaan Sawit di Babel
Putrie Agusti Saleha
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya agar Komisi II untuk mencarikan solusi soal turun naiknya harga TBS petani sawit.

Dia juga mempertanyakan terkait adanya perusahaan yang membeli TBS petani tetapi tidak memiliki perkebunan ini.

“Kami berharap yang penting ada sanksi hukum bagi perusahaan yang tidak menerapkan peraturan gubernur ini. Untuk itu pada Kamis (17/5) nanti saya minta komisi dua mengundang semua perusahaan sawit untuk membicarakan ini,” kata Didit saat bertemu dengan petani sawit, Senin (14/5/2018).

Bila harga sawit tak menentu dan terus turun maka kasihan petani. Mereka akan sangat kesulitan dalam mencukupi kebutuhan ekonomi di bulan puasa dan lebaran nanti.

Hendra Sarankan Pemerintah Buat Perusahaan Penampung Sawit

Hendra Apollo
Hendra Apollo (Bangkapos/Deddy Marjaya)

Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Hendra Apollo menambahkan agar para petani sawit harus kompak.

Turunnya harga TBS ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Bakam dan Puding saja.

“Saya dapat laporan harga turun ini disemua daerah. Nanti saat pertemuan baiknya diundang juga petani-petani dari daerah lain agar semuanya tahu permasalahannya,” ujar Hendra, Senin (14/5/2018).

Dia menyarankan agar pemerintahan desa atau pemerintah daerah untuk membuat sebuah perusahaan penampung sawit.

Perusahaan ini nantinya yang menampung TBS para petani dengan harga sesuai dengan yang diatur dalam pergub.

“Saya sarankan pemerintah buat perusahaan penampung sawit petani. Bisa melalui bumdes. Kalau swasta ini sulit, mereka ini membeli dengan harga murah. Yang dirugikan akhirnya petani juga,” kata Hendra.

Penulis: Hendra
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help