Dikenal Penghasil Udang dan Kepiting, Sungai Layang Malah Dirambah Ratusan Ponton

Tak hanya Sungai Perimping Riausilip-Belinyu Bangka yang dirambah tambang ilegal (TI), namun Sungai Layang di Desa Bukitlayang

Dikenal Penghasil Udang dan Kepiting, Sungai Layang Malah Dirambah Ratusan Ponton
Istimewa
Kades Bukitlayang, Andry, naik perahu bersama berbagai perwakilan meninjau Sungai Layang di Desa Bukiylayang Kecamatan Bakam Bangka, sekaligus memasang spanduk larangan perambahan sungai dan hutan bakau. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tak hanya Sungai Perimping Riausilip-Belinyu Bangka yang dirambah tambang ilegal (TI), namun Sungai Layang di Desa Bukitlayang Bakam Bangka, juga jadi sasaran. Sungai berhutan bakau penghasil kepiting dan udang satang ini diam-diam, dieksploitasi mineralnya.

Kepala Desa (Kades) Bukitlayang, Andry dikonfirmasi Bangka Pos Groups, Senin (15/6/2018) mengakuinya.

"Penambang datang dan pergi seketika sehingga pihak desa tak tahu jumlahnya secara pasti. Nah itu dia kami tidak mendata karena hari ini (tambang) menghilang, besok penuh lagi. Mereka (penambang) seperti main petak umpet," katanya.

Pihak desa bersama berapa pihak terkait, sudah berupaya melakukan upaya preventif agar kawasan ini tidak dirambah tambang liar.

"Makanya dari pemerintah desa sudah melakukan imbauan, tetapi penindakan kan wewenang aparat penegak hukum dan dinas terkait. Pihak desa bersama pihak dusun dan pihak terkait lainnya sudah memasang spanduk berisi larangan menambang dan meracun udang di kawasan itu," katanya.

Kades berharap, semua pihak terlibat menjaga kelestarian sungai di Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam Bangka. Semua lapisan hendaknya peduli agar kawasan hutan mangrove atau bakau sebagai habitat udang ikan dan kepiting, tetap lestari.

"Yang jelas dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga aliran sungai tersebut. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah desa sendiri, sedangkan komitmen dari masyarakatnya tidak ada. Kesadaran akan lingkungan dan dampak yang ditimbulkan harus menjadi komitmen kita semua," imbaunya.

Sementara itu maraknya aksi penambangan di Sungai Layang Desa Bukitlayang Bakam terjadi baru-baru ini. Jumlah tambang di kawasan itu mencapai ratusan unit, hingga ke sepadan aliran Sungai Perimping Riausilip Bangka. Keberadaan tambang ini dipertanyakan oleh masyarakat, khususnya ke aparat berwajib.

"Udah bebas ya pak TI di Sungai Layang (Bukitlayang). Kok nggak ada razia (aparat) lagi. Sedangkan jumlahnya sekrang mencapai ratusan unit (ponton tambang)," sindir warga menyampaikan keluhan melalui Redaksi Bangka Pos Groups, Senin (14/5/2018).

Sayangnya ketika dikonfirmasi terkait keberadaan TI dan keluhan warga, Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kapolsek Bakam, Iptu Irwan Haryadi, Senin (15/5/2018) mengaku belum menerima laporan.

"Belum ada info," katanya singkat melalui pesan WA telepon seluler.

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved