Jelang Puasa Harga Ayam Rp 50 Ribu, Ini Hasil Rapat Satgas Pangan Belitung

Menjelang puasa harga ayam di pasar lokal masih sekitar Rp 50.000 per kilogram. Oleh karena itu diadakan rapat mengenai masalah harga

Jelang Puasa Harga Ayam Rp 50 Ribu, Ini Hasil Rapat Satgas Pangan Belitung
Bangka Pos / Idandi Meika Jovanka
Pedagang daging ayam potong di Pasar Ratu Tunggal Kota Pangkalpinang, Iwan 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Menjelang puasa harga ayam di pasar lokal masih sekitar Rp 50.000 per kilogram. Oleh karena itu diadakan rapat mengenai masalah harga ayam yang dilakukan satgas pangan kabupaten Belitung.

Menurut Ketua Satgas Pangan, AKP Bagus Kresna mengatakan bahwa pihaknya menyosialisasikan peraturan menteri perdagangan (permendag) mengenai harga eceran ayam bersama unsur disperindag, peternakan dan peternak.

Ia tak memungkiri harga ayam di pasaran masih mahal.

"Penyebab mulai dari bibit, makanan , angka kematian yang tinggi menjadi pengebab harga naik," ujarnya Senin (14/5/2018).

Tindak lanjut dari rapat yang diadakan pihaknya, Bagus mengatakan akan mencari stok barang diluar kota untuk mencukupi pasokan lokal.

"Tindak lanjut mencari stok barang selain Belitung misal Palembang, Pontianak, dan Jakarta," jelasnya.

Prediksikan Harga Ayam Akan Terus Menanjak Saat Ramadhan

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Azhar menerangkan bahwa para pedagang ayam memprediksikan harga selama ramadhan akan terus menanjak karena jadwal panen baru mendekati lebaran sehingga stok saat puasa berkurang.

Tindak lanjut jangka pendek yakni berkoordinasi pihak pengada bibit dan peternak di Bangka, karena harga disana masih sesuai harga eceran tertinggi (het) pemerintah yakni Rp 32.000 per kilogram.

Tingginya harga pakan ayam akibat naiknya dolar menjadi satu diantara penyebab tingginya harga ayam di pasaran. Apalagi sebagian dari pakan tersebut masih impor. Hal tersebut disampaikan Azhar usai rapat mengenai harga ayam di pasaran, Senin (14/5/2018).

Selain itu pasokan bibit yang masuk pun terbatas.
"Pengadaan bibit pusat kesini dipangkas 50 persen," katanya.

Penyebab lainnya yakni pengiriman bibit ayam berikut resiko kematian cukup tinggi sekitar 40-50 persen saat pengiriman juga mempengaruhi. Belum lagi jumlah yang mati saat pemeliharaan. (*)

Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help