Road to Election 2018

Molen - Sopian Jadi Pusat Perhatian

Pasangan Molen-Sopian langsung menuai simpati dan panen pujian dan banjir ucapan selamat usai acara debat publik.

Molen - Sopian Jadi Pusat Perhatian
Istimewa
Calon Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil digendong para pendukungnya usai acara debat publik di Swiss Bel Hotel Pangkalpinang, Sabtu (12/5/2018) malam. 

"Molen sosok pekerja dan figur yang sangat bersahabat. Di panggung debat kemaren, Molen dan Sopian kelihatan kompak, tidak grogi dan cenderung menjadi pusat perhatian karena santai dan simpel cara berbicara di atas panggung,"
Ahmadi Sofyan
Pemerhati Sosial Budaya Pangkalpinang

PANGKALPINANG, BANGKAPOS - Tampil penuh percaya diri ditunjang dengan kemampuannya memaparkan semua isi visi dan misinya dengan lugas tanpa jeda, saat debat publik Pasangan Calon Walikota - Wakil Walikota Pangkalpinang, Sabtu malam (12/5) kemarin di Swiss Bel Hotel, menimbukkan efek domino sangat dahsyat bagi pasangan calon (Paslon) No Urut 3, Maulan Aklil - M Sopian. Pasangan ini langsung menuai simpati dan panen pujian dan banjir ucapan selamat.

Sejumlah tokoh masyarakat sampai pemerhati sosial dan budaya di Kota Pangkalpinang memberikan apresiasi luar biasa terhadap pemaparan Molen - Sopian yang dinilai sangat piawai.

Sampai-sampai masyarakat pun berinisiatif mengajak Molen - Sopian nonton bareng siaran tunda yang ditayangkan TVRI Babel malam ini.

Ahmadi Sofyan, pemerhati masalah sosial dan budaya, dalam penilaiannya, Molen - Sopian kelihatan sangat komitmen dalam masalah kesehatan masyarakat.

Dari gaya bicara dan bahasa yang digunakan, Molen nampak sosok yang simpel, santai dan kelihatan sosok pekerja bukan sosok yang mengandalkan teori.

"Saya punya keyakinan bahwa ada harapan Pangkalpinang punya perubahan jika Molen menjadi Walikota. Sebetulnya Kota Pangkalpinang sebagai kota jasa hanya dua PR besar yang harus dilakukan. Yakni mengatasi banjir dan menata kota. Kalau kedua ini beres, maka pembangunan dan lainnya akan ikut. Kalau kota ini cantik, semua orang akan datang," jelasnya.

Dari beberapa poin yang disampaikan Molen dalam debat publik, tambah Ahmadi, menunjukkan sosoknya sebagai orang yang punya pengalaman dalam memimpin. Bukan sosok yang hanya bicara satu arah seperti mengajar di dalam kelas.

Dikatakan dia lagi, menilai perdebatan calon pemimpin tidak bisa hanya menilai dari bicara secara teori.

Tapi harus dilihat bagaimana cara dia menemukan masalah dan tehnik menyelesaikan masalah.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help