Home »

Lokal

» Bangka

Ada Jaminan dari Gubernur, Permohonan Belum Dikabulkan Hakim Pengacara Tetap Berharap

Permohonan pengalihan status tahanan rutan menjadi tahanan rumah atau kota tersangka pembakar Ponton Kapal Isap belum dikabulkan

Ada Jaminan dari Gubernur, Permohonan Belum Dikabulkan Hakim Pengacara Tetap Berharap
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Permohonan pengalihan status tahanan rutan menjadi tahanan rumah atau kota yang diajukan oleh Budiana Rachmawati, Penasihat Hukum para terdakwa pembakar ponton tambang ilegal, belum dikabulkan hakim, Rabu (16/5/2018).

Pengacara kasus kerusuhan di Tempilang Bangka Barat itu tetap berharap, Hakim Pengadilan Negeri Sungailiat mempertimbangkan permohonan pada sidang berikutnya, mengingat beberapa alasan, sesuai aturan KUHAP.

"Saat sidang tadi (Rabu, 16/5/2018) hakim ngomong masih dipertimbangkan mengingat untuk memperlancar pemeriksaan," kata Budiana Rachmawati kepada Bangka Pos Groups, Rabu (16/5/2018). Jawaban majelis hakim atas permohonan yang diajukan dua pekan sebelumnya, tak membuat Budiana patah semangat untuk memperjuangkan hak kliennya. Apalagi permohonan pengalihan status tahanan dilakukan sesuai prosedur.

"Harapan kita adalah hakim mempertimbangkan. Kita berharap tetap minta dikabulkan, mengingat mereka (para terdakwa) sudah ada perdamaian dengan korban. Yang punya ponton yang dibakar. Perdamaian sudah dilakukan sebelumnya," kata Budiana.

Selain itu dalam surat permohonan yang disampaikan pada sidang dua pekan lalu tertera surat jaminan Gubernur Babel Erzaldi Roesman Djohan.

"Jaminan gubernur sudah dilampirkan, juga jaminan istri terdakwa. Klien kita juga berjanji tidak mengulangi perbuatan dan bisa hadir pada setiap sidang, serta tidak menghilangkan barang bukti maupun melarikan diri," katanya.

Sehingga lanjutnya, keputusan tinggal di tangan majelis hakim, mengabulkan atau tidak.

"Dalam KUHAP sudah diatur. Makanya kita memohon kepada majelis hakim agar mengabulkan permohonan ini supaya masyarakat damai, tidak menimbulkan kerusuhan. Kami memohon majelis mengalihkan status klien kami menjadi tahanan rumah atau kota," haranya.

Sementara itu enam orang Terdakwa yang diadili, masing-masing Tohri, Angga, Santo Kusuma Atmaja, Tomi Priyadi, Saman Tukap dan Saudi. Mereka 'dimejahijaukan' atas tuduhan membakar ponton tambang ilegal (TI) di Perairan Tempilang Bangka Barat, beberapa bulan silam.

Pembakaran dilakukan menyusul terjadinya kasus pembunuhan yang dilakukan, seorang pekerja tambang tersebut pada warga setempat sehingga berbunyi kerusuhan masal.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help