Gaza Berdarah, 60 Warga Palestina Meninggal Dunia dan Ribuan Terluka

Hari Paling Berdarah di Gaza, 60 Warga Palestina Meninggal Dunia dan Ribuan Terluka,

Gaza Berdarah, 60 Warga Palestina Meninggal Dunia dan Ribuan Terluka
AFP PHOTO/MAHMUD HAMS
Luapan duka Ibu dari Leila al-Ghandour (tengah), bayi berumur 8 bulan asal Palestina yang tewas akibat insiden bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. (AFP PHOTO/MAHMUD HAMS) 

Aksi tersebut, kata Gheit, sudah layak dikategorikan kejahatan perang. Dia menyerukan kepada komunitas internasional untuk melindungi Palestina.

"Mereka (Palestina) telah memilih jalan perjuangan damai, namun harus dihadapkan kepada kekerasan dan kekejaman yang brutal," kecam Gheit.

Seruan Liga Arab mendapat respon dari Ketua Jaksa Penuntut ICC, Fatou Bensouda. Dia berjanji bakal mengusut seruan tersebut.

"Staf saya mengamati dengan saksama perkembangan di sana (Gaza), dan telah mencatat adanya dugaan kejahatan yang dilakukan," tegas Bensouda dikutip dari AFP.

Bensouda menginginkan agar aksi kekerasan yang terjadi dihentikan, dan meminta Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan.

Sebab, Bensouda menyatakan telah melakukan penyelidikan awal terkait dengan situasi yang ada di Palestina.

"Saya bakal memperhatikan, dan bakal bertindak berdasarkan mandat yang saya terima sesuai dengan Statuta Roma," katanya.

Dilaporkan, aparat Israel menewaskan 60 orang warga Palestina dalam bentrokan yang terjadi sebelum pembukaan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem.

Selain itu, terdapat 2.700 orang terluka dalam peristiwa paling mematikan yang terjadi sejak Perang Gaza di 2014 tersebut.

Iran Sebut Pejabat Israel Harus Diadili sebagai Penjahat Perang

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi.(AFP/ATTA KENARE)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi.(AFP/ATTA KENARE) 

 Pemerintah Iran menyebut bentrokan yang terjadi di perbatasan Jalur Gaza pada Senin (14/5/2018) dan menyebabkan puluhan warga Palestina tewas sebagai pembantaian oleh militer Israel.

Teheran pun mengecam para pejabat Israel harus diadili sebagai penjahat perang.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help