Heboh 2 Mahasiswa Berkaos 'Hidup di Riau Tidak Semanis Janji Jokowi' Diamankan Paspampres

Setelah heboh 'kartu kuning' untuk Jokowi yang dilayangkan oleh ketua BEM Universitas Indonesia Muhammad Zaadit Taqwa, kali ini ada kejadian serupa

Heboh 2 Mahasiswa Berkaos 'Hidup di Riau Tidak Semanis Janji Jokowi' Diamankan Paspampres
Dua mahasiswa saat diamankan petugas karena melakukan orasi saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan dalam acara Harlah NU ke-92 di Pekanbaru, Riau, Rabu (9/5/2018). (Kontributor Kompas TV Pekanbaru, Citra Indriani) 

"Kami hanya menyampaikan aspirasi ke pak Presiden harga Pertalite di Riau jauh lebih mahal dari daerah lainnya," ujarnya.

 Baca: Rizal Ramli Sebut Indonesia Bisa Bubar Tahun Ini, Para Tokoh Terdiam Ternyata Ini Alasannya

Ini bukan pertama kali Jokowi diprotes oleh mahasiswa dalam suatu acara.

Sebelumnya, saat menghadiri Dies Natalies UI di Kampus UI, Depok, Jumat Januari lalu, Jokowi juga diprotes oleh Ketua BEM UI Zaadit Taqwa.

Zaadit melakukan aksi mengacungkan kartu kuning kepada Jokowi memprotes terjadinya busung lapar di Asmat, Papua.

Namun, aksi itu dilakukan saat Jokowi sudah selesai berpidato.

Diperiksa Polisi

Dua orang mahasiswa Universitas Riau (UR), yang berorasi pada saat Presiden Jokowi beri kata sambutan di acara hari lahir (Harlah) ke-92 NU di halaman Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, Riau diperiksa polisi.

Diketahui, kedua mahasiswa yakni Randi Andiyana merupakan Presiden Mahasiswa terpilih dari hasil pemilihan raya beberapa waktu lalu di Universitas Riau dan M Hafiz Ona Hadi Putra selaku Menteri Sosial Politik BEM Universitas Riau Kabinet Pilar Peradaban.

Saat orasi, keduanya mengenakan baju kaos hitam bertuliskan 'Hidup di Riau Tidak Semanis Janji Jokowi'.

 Mereka berdua akhirnya dimintai keterangan oleh Polresta Pekanbaru usai diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di acara Harlah ke-92 NU di Pekanbaru, Rabu (9/5/2018) sore.

Baca: Sang Kakak Dilaporkan ke Polisi, Begini Reaksi Jessica Iskandar

Selama berlangsungnya pemeriksaan, sejumlah mahasiswa datang ke Polresta Pekanbaru meminta agar teman mereka dibebaskan.

Lebih kurang lima jam pemeriksaan, kedua mahasiswa tersebut diperbolehkan pulang oleh polisi.

Randi Andiyana, saat diwawancarai wartawan mengaku tujuan dari aksi tersebut untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Presiden Jokowi.

"Ini momentum (menyampaikan aspirasi masyarakat). Kebetulan (Jokowi) berkunjung ke sini (Pekanbaru)," kata Randi.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help