Hindari KKN, Gratifikasi dan Suap, Pengusaha Diminta Tanda Tangani Pakta Integritas

Supendi menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir berbagai tindakan KKN, gratifikasi dan suap dilikungannya.

Hindari KKN, Gratifikasi dan Suap, Pengusaha Diminta Tanda Tangani Pakta Integritas
Bangka Pos / Krisyanidayati
Penandatanganan Pakta Integritas antara Ditjen Perbendaharaan dengan Mitra Pengadaan Barang dan Jasa di Babel, Rabu (16/5/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Supendi menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir berbagai tindakan KKN, gratifikasi dan suap dilikungannya.

Oleh karenanya, ia juga meminta agar para pelaku usaha pengadaan barang dan jasa juga dapat menaati aturan dan sesuai ketentuan.

"Seluruh pengadaan yang ada di Babel Harus betul-betul zero KKN, dan kami zero tolerance untuk KKN. Bukan berarti supplier enggak boleh ambil untung tapi yang wajar, dan ada standar biaya minimum. Makanya kita perlu menandatangani pakta integritas," kata Supendi dalam arahan penandatanganan pakta integritas dengan mitra, Rabu (16/5/2018).

Lebih lanjut ia menyebutkan belanja negara yang ada di Babel mencapai Rp 9,6 Trilliun untuk tahun ini. Ia mengingatkan para penyalur barang dan jasa di Babel harus dibayarkan sesuai kontrak.

"Negoisasi harga itu sebelum penandatanganan kontrak dan itu harus sesuai aturan, jumlah yang harus dibayarkan sesuai dengan kontrak. kalau ada petugas kami yang meminta, tolong segera laporkan ke kami," katanya.

Ia menyebutkan, kedepannya untuk pembayaran pemerintah akan mengedepankan non tunai dalam mendukung gerakan non tunai dan menghindari berbagai praktik KKN.

Salah satu mitra yang bergerak dibidang konstruksi, Adi Rahman menyambut adanya pakta integritas. Ia membeberkan selama menjadi mitra DJPb tak jarang petugas sangat detail dan teliti.

"Pengalaman sebelum bekerja pak kepala sudah panggil kita bahasanya "cerewet", harus sesuai aturan. Tapi dari situ kita belajar kalau sudah berakad baik di awal pertengahan sampai endingnya juga baik," katanya.

Menurutnya, para mitra juga komitmen untuk menghasilkan produk yang baik dan berkualitas. Ia mengapresiasi sistem kerja Kanwil DJPb yang tidak pernah meminta imbalan.

"Ada keberanian mudah diucapkan sulit dilakukan, Pemerintah meminta pekerjaan bagus dan kualitas terbaik, dan berkomitmen tidak mau meminta apapun dari rekanan, ini hal yang baik," katanya.

Ia menyebutkan, tak ada pengusaha yang menginginkan pekerjaannya diperiksa. Ia berharap pengawasan dan pakta integritas ini bisa terus berjalan.

"Siapa sih mau berurusan dengan pemeriksaan, semuanya mau tidur nyenyak dan ada untungnya. Mengacu pada SPK apa yang kita kerjakan akan menghasilkan buat perusahaan," katanya. (*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved