Ini Jawaban Hakim Soal Permohonan Pengacara Budiana

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat menjabarkan alasan tak mengabulkan permohonan pengalihan status penahanan

Ini Jawaban Hakim Soal Permohonan Pengacara Budiana
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat menjabarkan alasan tak mengabulkan permohonan pengalihan status penahanan terdakwa pembakar ponton yang diajukan Pengacara Budiana Rachmawati.

Berikut alasan hakim terkait perkara yang dimaksud, Rabu (16/5/2018).

"Sdang kasus Tempilang hari ini dari empat berkas terpisah, berupa pemeriksaan saksi. Setelah sidang dibuka Ketua Majelis, menyampaikan terhadap permohonan pengalihan atau penangguhan penahanan atas nama para terdakwa, yang sebelumnya diajukan Penasihat Hukum (PH) para terdakwa, yaitu Budiana SH," kata Ketua PN Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak diakili Humas R Narendra Mohni, Rabu (16/5/2018).

Pertimbangan majelis hakim kata Narendra, memperhatikan pentingnya perkara serta bertujuan memperlancar jalannya persidangan.

"Sehingga majelis hakim berpenndapat untuk tidak mengalihkan atau menangguhkan penahanan sebagaimana permohonan yang diajukan PH para terdakwa," katanya.

Narendra menjelaskan, khusus perkara atas nama Terdakwa Saudi, Angga, Samantuka alias Bujang dan Tomi P alias Jas, Jaksa (JPU) telah menghadirkan para saksi yang memberikan keterangan di persidangan.

Sementara pada berkas terpisah, perkara Terdakwa Angga dan Tour, saksi yang dipanggi belum bisa hadir sehingga jaksa minta waktu untuk pemanggilan.

"Sedangkan perkara Terdakwa Sana Kusuma Atmaja alias Maja, Jaksa sedianya menghadirkan saksi tiga orang. Tetapi saat sidang Terdakwa Maja mengaku dalam kondisi tidak sehat dan tidak bisa Ikut persidangan , dimana saat itu PH terdakwa Maja Kembali mohon agar majelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanan dengan alasan terdakwa sakit," jelasnya.

Padahal sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menueut Narendra, menyatakan bahwa terdakwa saat akan dibawa kepersidangan dalam keadaan sehat. Terhadap hal tersebut majelis hakim memerintahkan agar terdakwa diperiksa terlebih dahulu di rumah sakit pemerintah untuk mendapat rekomendasi dari dokter.

"Sebelumnya setelah persidangan dibuka, ketua majelis juga menyatakan permohonan penangguhan atau pengalihan penahanan Terdakwa Maja yang sebelumnya diajukan penasihat hukum terdakwa, majelis berendapat untuk tidak mengalihkan atau menangguhkan penahanan terdakwa," katanya.

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved