Lima WNI Digerebek di Kamar Hotel, Ada yang Sedang Tanpa Busana, Ternyata Mereka Jadi Pekerja Ini

Lima WNI Digerebek di Kamar Hotel, Ada yang Sedang Tanpa Busana, Ternyata Mereka Jadi Pekerja Ini

Lima WNI  Digerebek di Kamar Hotel, Ada yang Sedang Tanpa Busana, Ternyata Mereka Jadi Pekerja Ini
www.mynewshub.cc

BANGKAPOS.COM, PERAK --  Departemen Imigrasi Perak harus membuka paksa beberapa pintu di sebuah hotel di Ipoh, sebelum menahan 14 wanita asing yang diyakini melaksanakan paket layanan seksual. Dari 14 wanita itu, 5 di antaranya adalah wanita asal Indonesia.

Beberapa GRO yang ditahan dengan pelanggan mereka ditemukan setengah telanjang setelah diyakini melakukan kegiatan amoral dengan biaya mulai dari RM35 hingga RM100.

Direktur Imigrasi Perak, Kamaluddin Ismail mengatakan, pihaknya menjalankan Ops Mega 2.0 dimulai jam 2.30 sore sampai 7 malam di tiga lokasi sekitar Ipoh yaitu di sebuah hotel di kota itu, toko ritel di Klebang dan gerai tepi jalan di Taman Rishah.

Dia mengatakan pihaknya berhasil menangkap total 26 orang asing dalam tiga operasi secara bersamaan dan juga menangkap seorang pria lokal yang diyakini melindungi orang asing di hotel.

Menurut dia, penggerebekan di hotel berhasil menahan 19 orang asing yang melibatkan 14 GRO, delapan Thai, lima orang Indonesia dan satu Laos berusia antara 21 dan 43 dan empat pria Bangladesh dan seorang Nepal yang juga merupakan pelanggan.

"Selain itu, seorang pria setempat ditangkap oleh atasannya, GRO, pada usia 40-an karena pelanggaran melindungi wanita asing.

"Bagi penggerebekan di sebuah toko kelontong di Klebang, empat pria Indonesia ditahan, sedangkan serangan di warung tepi jalan di Taman Rishah pula berhasil menahan dua pria Indonesia dan satu Sri Lanka," katanya dalam konferensi pers di Departemen Imigrasi Negara di Meru Raya, di Ipoh , hari ini.

Kamaluddin mengatakan semua tahanan kemudian dibawa ke departemen untuk memungkinkan penyelidikan lebih lanjut untuk dilakukan sebelum tindakan lebih lanjut diambil pada semua orang asing.

Katanya, semua warga asing itu diselidiki berdasarkan Pasal 6 (1) (c) UU Imigrasi 1959/63 karena gagal menyerahkan dokumen perjalanan dan pas yang sah, Seksyen 15 (1) (c) akta sama karena memperpanjang sah dan Peraturan 39 ( b) Peraturan Keimigrasian 1963 untuk pelanggaran persyaratan lulus.

Dia mengatakan penduduk setempat yang ditahan juga diselidiki berdasarkan Pasal 56 (1) (d) Undang-undang Imigrasi 1959/63 untuk melindungi orang asing. - (myMetro Online/mynewshub)

Penulis: teddymalaka
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help