Home »

Lokal

» Bangka

Selama Ramadan, Satpol PP Bangka Lakukan Patroli

Tim Satpol PP Kabupaten Bangka akan melakukan patroli selama Bulan Suci Ramadan

Selama Ramadan, Satpol PP Bangka Lakukan Patroli
Bangka Pos / Nurhayati
Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie didampingi Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Ahmad Suherman saat melakukan pemusnahan arak dan bir, Rabu (16/5/2018) di Halaman Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Tim Satpol PP Kabupaten Bangka akan melakukan patroli selama Bulan Suci Ramadan. Patroli akan diintensifkan di tempat-tempat yang dinilai rawan.

"Satpol PP diberi kewenangan untuk melaksanakan patroli baik siang maupun malam di tempat-tempat yang rawan terutama ditempat-tempat anak muda berkumpul. Banyak di Sungailiat karena disinyalir setelah tarawih biasanya mereka berkumpul, salah satu biasanya membawa miras (minuman keras-red) ada berapa tempat nanti kami akan susuri dan menjadi target kami. Kami sudah petakan wilayah-wilayah rawan tersebut,"ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie, Rabu (16/5/2018) kepada bangkapos.com di Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka.

Selain itu Satpol PP Kabupaten Bangka melakukan patroli gabungan dengan Polres Bangka.

"Intinya sudah disampaikan bahwa tidak ada lagi kegiatan yang mengganggu kesucian bulan Ramadan ini agar masyarakat tenang beribadah," tegas Dalyan.

Dia menegaskan, jika ada para pemuda yang tertangkap membawa miras maka mereka diminta menunjukan tempat membeli miras tersebut.

"Kita telusuri yang jelas mereka itu kan mengambil dari yang menjual atau mengambil di pabrik. Kemarin itu pabrik arak di Kuday sudah kami tertibkan," kata Dalyan.

Ia berharap di bulan puasa bisa diminimalisasir anak-anak muda yang mengkonsumsi minuman keras.

Namun ia juga menyayangkan karena sanksi bagi yang memproduksi atau menjual miras ini hanya bersifat tindak pidana ringan (tipiring) sehingga kurang memberikan efek jera.

"Memang agak sedikit kurang puas karena di dalam tipiring itu itu kan hanya ringan sekali
misalnya denda Rp 1 juta atau 1,5 juta tidak ada hukuman pidana, jadi hasilnya memang tidak ada efek jera hanya denda ya sudah selesai. Jadi kurang kuat karena hanya tipiring," ungkap Dalyan.

Namun menurutnya pihak kepolisian bisa menjerat pemilik pabrik dan penjual miras dengan Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 dengan sanksi diatas lima tahun.

"Kita juga sedikit kesulitan penjual miras arak itu karena mereka memproduksi untuk ibadah atau adat. Kalau mereka kita harus stop produksinya ya adat mereka juga tergantung jadi yang kita upayakan silakan mereka berproduksi tapi hanya sekedar untuk sembahyang," kata Dalyan.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help