8 Tahun Tidak Pulkam ke Bandung, Pasutri ini Ikhlas Masak Takjil Untuk Bukber di Masjid

Adang yang bekerja sebagai penjual Gorden mengaku sudah menjalani aktivitas bulan ramadhan ini sejak

8 Tahun Tidak Pulkam ke Bandung, Pasutri ini Ikhlas Masak Takjil Untuk Bukber di Masjid
Bangkapos/Adinda Rizki Amanda
Pasutri Entang (kiri) dan Adang (Kanan) saat dijumpai di kediamannya 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wajah Pasutri ini tersenyum lebar saat tim dari bangkapos.com datang berkunjung kerumahnya, Kamis (17/5/2018).

Logat Sunda yang kental menyambut ramah siapapun yang datang. Wajah teduh dari kedua pasangan suami istri ini begitu hangat saat akan bercengkrama.

Adang warga Majalaya Bandung bersama Istrinya Entang rela tidak pulang ke kampung halamannya selama 8 tahun demi menyediakan takjil untuk para jamaah masjid dan para musafir.

Sejak tahun 2007 hingga saat ini Adang dan Entang sudah tinggal di Pangkalpinang.

Adang yang bekerja sebagai penjual Gorden mengaku sudah menjalani aktivitas bulan ramadhan ini sejak tahun 2010 lalu.

"Mulai dari tahun 2010 saya dan istri sudah mulai memasak takjil untuk bukber di masjid Muhajirin, dulu sempat ngontrak di jalan Ahmad Yani sekarang sudah enak rumahnya di belakang masjid" ungkap Adang saat ditemui di kediamannya.

Selain itu, ia juga menjelaskan setiap tahun selalu ada bukber dimasjid Muhajirin yang beralamat di jalan  KH. Hasan Basri Sulaiman Pangkalpinang.

"Dana takjil ini sumbangan dari para jamaah masjid kadang juga ada para dermawan yang menyumbang"jelasnya kepada Bangka Pos Group.

Entang yang selama ini bertanggung jawab dalam urusan masak memasak takjil mengaku ikhlas walau terkadang ada kemauan ingin lebaran ke kampunng halaman di daerah Lembang Bandung.

"Saya dan suami ikhlas walau dalam hati kecil saya juga ingin pulang ke kampung tapi mau gimana lagi, kami juga senang melakukan ini. Hitunglah ini menjadi tiket kami untuk ke surga kelak" tutur wanita manis berkurudung itu.(*)

Penulis: Adinda Rizki Amanda
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help