Pengakuan 2 Teroris ke Kapolda Sumsel, Semua Orang Dianggap Kafir Kecuali Kelompoknya

Seorang terduga teroris yang tertangkap di Palembang membuat pengakuan mengejutkan kepada polisi.

Pengakuan 2 Teroris ke Kapolda Sumsel, Semua Orang Dianggap Kafir Kecuali Kelompoknya
Istimewa
Dua terduga teroris ( mengenakan penutup wajah) yang ditangkap Polda Sumsel saat menjalani pemeriksaan. 

Zulkarnain mengatakan, mereka mengaku menganut paham salafiyah melalui pengajian. Mereka juga belajar tentang agama dari internet sehingga mudah mengikuti ajaran sesat.

Bagi keduanya, sambung Zulkarnain, semua orang yang di luar kelompoknya adalah kafir. Terkhusus bagi polisi, mereka anggap sebagai kafir harbi atau kafir musuh utama yang harus dimusnahkan.

"Tapi mereka beraksi tidak sembunyi-sembunyi, harus berhadapan, misalnya mau ngebom," kata dia.

Zulkarnain menambahkan, selama ini kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS ini berdiam diri dan tetap seperti warga biasa.

Setelah kerusuhan di Mako Brimob, mereka akhirnya keluar dan bermaksud melakukan amaliah.

"Selama ini mereka sleeping sel, senyap, tidak bergerak, tapi menunggu waktu. Begitu Mako Brimob pecah mereka bergerak," jelasnya.

Detik-detik Rumah Ustaz Soleh Kalidoni Digeledah

Rumah kumuh di Jalan Residen Abdul Rozak RT 2 RW 1 Kecamatan Kalidoni Palembang, digeledah petugas gabungan, Selasa (15/5).

Dari informasi dihimpun, rumah kumuh dan tak berpenghuni itu merupakan rumah milik Rahman Saleh yang dikenal warga dengan nama ustad Soleh.

Baca: Pagi Sebelum Tewas Ditabrak Mobil Teroris, Ipda Auzar Tulis Pesan Ini Buat Rekan-rekannya

Keseharian ustad soleh, dikenal warga sebagai penjual tanaman atau bunga. Bahkan ustad Soleh juga sering mengisi ceramah.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help