Pemkab Basel Keluarkan Surat Penghentian Penambangan Pasir Kuarsa di Pantai Kubu

Sebelumnya kami telah membuatkan draf penghentian aktifitas penambangan tersebut karena belum

Pemkab Basel Keluarkan Surat Penghentian Penambangan Pasir Kuarsa di Pantai Kubu
Ist
Foto aktivitas penambangan pasir kuarsa dilakukan PT Global Balakosa Utama (GBU) di Kubu, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, akhirnya resmi mengeluarkan surat penghentian aktifitas penambangan Pasir Kuarsa di kawasan Kubu, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Surat penghentian aktifitas penambangan pasir kuarsa tersebut diterbitkan, Kamis (17/5/2018) kemarin ditandatangani Sekda Bangka Selatan Suwandi.

Surat penghentian aktifitas penambangan Pasir Kuarsa di kawasan Kubu, Toboali, yang dilayangkan pemkab Basel
Surat penghentian aktifitas penambangan Pasir Kuarsa di kawasan Kubu, Toboali, yang dilayangkan pemkab Basel (Bangkapos/Antoni)

Surat tersebut ditujukan kepada Direktur PT Sabang Gudang Pasir yang disebut-sebut bermitra dan beroperasi di Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Global Balakosa Utama (GBU).

" Sebelumnya kami telah membuatkan draf penghentian aktifitas penambangan tersebut karena belum ada izin lingkungan. Dan kemarin surat dan draf penghentian tersebut sudah ditandatangani pak Sekda (Suwandi-red)," ujar Kabid Penataan DPKPLH Bangka Selatan, Agung Prasetyo mewakili kepala Badan Efendi Ali, di ruang kerjanya, Jumat (18/5/2018) siang.

Adapun bunyi dan poin alasan pemkab Bangka Selatan menghentikan aktifitas

1. PT Sabang Gudang Pasir telah melakukan kegiatan produksi dan mobilisasi berupa dump truk untuk pengangkutan pasir kuarsa dari lokasi produksi ke Stoke Pile di pinggir Pantai Kubu dan belum memihki dokumen lingkungaan (AMDAL atau UKL-UPL) dan izin linngkungan.

Hal ini bertentangan dengan Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pangelolaan Lingkungan Hidup ditetapkan  Pasal 22 ayat (1) yang berbunyi 'Setiap usaha dan atau kegiatan yang berdampak panting terhadap Iingkungan hidup wajib memiliki Amdal.

2. PT Sabang Gudang Pasir telah melakukan kegiatan pengangkutan pasir meleti kawasan hutan lindung yang penggunaan lokasi tersebut wajib memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (RI).

Sedangkan PT Sabang Gudang Pasir tidak bisa menunjukkan izin tersebut.

3. Berkaitan dengan poin 1 dan 2, maka diperintahkan kepada PT Dua Karya Sukses untuk mmenghentikan seluruh kegiatan dan memindahkan semua alat berat sampai diterbitkannya dokumen lingkungan dan ijin lingkungan.

" Ada tiga poin penting yang kami sampaikan dalam surat tersebut. Dimana intinya kami meminta PT Sabang Gudang Pasiir dan PT Dua Karya Sukses meenghentikan seluruh kegiatan mereka. Termasuk memindahkan alat berat disekitar lokasi penambangan sampai ada legalitas resmi," tegas Agung.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help