Remaja Ini Alami Hal Mengerikan Setelah Gunakan Vape Selama 3 Minggu

Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun memutuskan untuk mencoba rokok elektrik atau sering disebut vaping.

Remaja Ini Alami Hal Mengerikan Setelah Gunakan Vape Selama 3 Minggu
kompas.com
Tren rokok elektrik saat ini mulai menjadi gaya hidup baru dan menjadi alternatif bagi para perokok. Salah satu pengunjung sedang mencoba cairan (liquid e-juice) di The Colony Vape Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (25/8/2016). 

BANGKAPOS.COM - Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun memutuskan untuk mencoba rokok elektrik atau sering disebut vaping.

Diketahui vape adalah rokok elektronik yang berubah menjadi uap.

Biasanya e-liquid dalam tangki dipanaskan sampai menjadi uap cair, uap ini kemudian dihirup oleh penggunanya lalu setelah itu dihembuskan sehingga membentuk kepulan asap.

E-liquid ini dikenal mengandung perasa, propilen glikol, gliserin dan sering juga nikotin (meskipun banyak pengguna tidak menyadari bahan adiktif ini).

Remaja asal Pennsylvania ini mengatakan hanya menggunakan vape hanya sekitar tiga minggu tahun lalu.

Baca: Kartika Putri Skak Mat Deddy Corbuzier, Gegara Ini, Deddy Emosi Nunjuk Muka & Gebrak Meja

Namun apa yang ia lakukan tersebut harus dibayar sangat mahal.

Menurut sebuah studi kasus yang diterbitkan Kamis (17/05/2018) dalam jurnal medis Pediatrics,remaja perempuan yang namanya dirahasiakan ini telah mengalami beberapa gejala setelah melakukan vape.

Kata dokter, dia mengalami batuk, kesulitan bernapas yang memburuk dari menit ke menit, dan rasa sakit yang tiba-tiba menusuk di dada dengan setiap hirupan dan pernafasan.

Alhasil ia pun dikirim ke ruang gawat darurat di University of Pittsburgh Medical Center.

Sayangnya, batuknya menjadi parah dan kondisinya memburuk dengan cepat.

Halaman
12
Editor: Evan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help