Hiiii Serem, Bukan di Tempat Ramai, Ibu Ini Justru Buka Warung Kopi di Kuburan

Pemakaman umum di kawasan Kalimulya, Depok, Jawa Barat termasuk pemakaman yang terawat dan tidak begitu menyeramkan.

Hiiii Serem, Bukan di Tempat Ramai, Ibu Ini Justru Buka Warung Kopi di Kuburan
Ade Sulaeman
Warung kopi ibu Nyoman 

BANGKAPOS.COM--Pemakaman umum di kawasan Kalimulya, Depok, Jawa Barat termasuk pemakaman yang terawat dan tidak begitu menyeramkan.

Meskipun makam Kalimulya yang kondisinya hampir penuh itu tampak asri dan nyaman jarang ada orang yang sengaja cari angin untuk sekedar nongkrong atau menenangkan diri.

Apalagi di saat malam hari dan sedang terang bulan serta anginnya bertiup sepoi-sepoi.

Tapi di salah satu sudut makam ternyata terdapat bangunan rumah permanen yang halamannya langsung menghadap ke deretan ratusan pemakaman.

Tidak hanya itu rumah yang cukup asri dan dihuni oleh keluarga Nyoman asal Bali ini juga membuka warung kopi serta makanan ringan yang sehari-harinya tampak sepi.

Warung kecil yang dikelola Ibu Nyoman (45) itu memang bukan berjualan untuk para orang-orang yang sudah meninggal.

Melainkan berjualan kepada orang-orang yang sedang berkunjung ke makam.

Oleh karena itu warung kopi Bu Nyoman hanya ramai jika ada keluarga-keluarga yang sedang mengunjungi makam atau ketika ada acara pemakaman.

Baca: Waduh, Ada Kuburan di Tengah Jalan Tol Batang-Semarang, Akhirnya?

“Yang namanya rezeki selalu ada saja orang yang membeli. Setiap hari selalu ada sejumlah orang yang ke makam dan mampir ke warung kami,” papar Bu Nyoman yang merasa nyaman-nyaman saja tinggal di rumah yang sebenarnya menyatu dengan tanah pemakaman itu.

Selama puluhan tahun tinggal di rumah yang halaman depannya pemakaman umum itu, Bu Nyoman dan keluarganya merasa biasa-biasa saja dan mengaku belum pernah ada mahluk halus yang mengganggu.

Siang dan malam Bu Nyoman yang memiliki dua anak remaja dan suaminya yang berprofesi sebagai tukang bangunan sekaligus pengurus makam juga biasa bercengkerama di halaman yang sekaligus area pemakaman itu.

Waktu terang bulan mereka kerap bercengkerama sambil melihat anak-anaknya bermain di antara batu-batu nisan.

Apalagi untuk beraktifitas keluar rumah seperti mengantar anak-anak ke sekolah jalurnya selalu melintasi tengah-tengah pemakaman dan baru keluar menuju jalan besar setelah melintasi pintu gerbang makam.

Baca: Ini Deretan Ustadz yang Menolak Namanya Masuk Rekomendasi 200 Mubaligh oleh Kemenag

“Yang jelas keluarga kami nyaman-nyaman saja tinggal di sini. Bahkan saya secara pribadi selalu diingatkan bahwa akhir hidup kita akan berakhir di pemakaman seperti ini,” jelas Bu Nyoman.

“Jadi sebaiknya kita hidup di dunia jangan melakukan hal-hal yang jahat dan merugikan orang lain. Karena semuanya akan berakhir di pemakaman. Pasti mati,” tambahnya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved