Video : BKSG, PGI, dan HAK Kecam Tindakan Terorisme, Radikalisme, dan Intoleransi

Ada empat point pernyataan sikap yang disampaikan,yakni kecaman terorisme, radikalisme, dan intoleransi

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Badan Kerjasama Seluruh Gereja (BKSG), Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah Bangka Belitung, dan Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Gereja Katolik Babel menyampaikan pernyataan sikapnya mengecam tindakan Terorisme, Radikalisme, dan Intoleransi.

Penyampaian pernyataan sikap disampaikan langsung para pemuka agama kepada wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah di ruang kerja Wakil Gubernur Babel, Selasa (22/5).

Ada empat point pernyataan sikap yang disampaikan,yakni kecaman terorisme, radikalisme, dan intoleransi yang dilakukan oleh siapapun, kapanpun, terhadap siapapun, dengan cara dan alasan apapun terlebih terhadap rumah ibadah, umat beragama maupun institusi negara.

"Kita mengecam terorisme, radikalisme, dan intoleransi karena tidak dapat diterima atau dibenarkan dari sisi manapun dan dilakukan untuk atau stas nama kepentingan apapun baik dari sisi tilik agama, tilik kemanusiaan, sisi tilik NKRI dan keempat pilarnya, dan dari sisi kerifan lokal," kata ketua komisi HAK Gereja Katolik Babel, Rm Marcel Gabriel.

Gabriel menyampaikan point lain yang disampaikan dalam pernyataan sikap ialah mendukung pemerintah provinsi untuk menjalankan administrasi pemerintahan yang baik dan berkeadilan.

Sehingga memberikan dukungan pembinaan keagamaan, nasionalisme dan toleransi.

Selain itu juga pihaknya mendesak DPRD Babel untuk sepakat bahwa terorisme dan Radikalisme adalah kejahatan dan segera menyampaikan ke DPR RI untuk segera mengesahkan RUU anti-terorisme.

Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa dan terhadap keluarga korban yang terluka dan meninggal akibat tindakan radikalisme, terorisme dan intoleransi.

"Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya umat Kristen dan Katolik supaya bersikap tenang, tidak terprovokasi, dan selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum jika menemukan yang mencurigakan," katanya. (*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved