Pasukan Elite TNI AD Ini Justru Berlatih Keras di Bulan Puasa

Latihan di bulan puasa selain menempa fisik dan mental juga sekaligus menempa kekuatan batin para pasukan Raider.

Pasukan Elite TNI AD Ini Justru Berlatih Keras di Bulan Puasa
Istimewa
Pasukan Raider saat berlatih 

BANGKAPOS.COM - Satuan Komando Cadangan Strategi AD (Kostrad) TNI berkekuatan sejumlah Batalyon Raider yang memiliki kemampuan khusus perang anti-gerilya (counter guerilla).

Pasukan elite TNI AD yang dibentuk pada 22 Desember 2003 ini selain memiliki kemampuan antigerilya juga memiliki kemampuan sebagai pasukan komando dan mobil udara (mobud) menggunakan helikopter.

Sebagai pasukan elite TNI AD antigerilya jika sedang bertempur untuk memburu kelompok-kelompok gerilyawan, personel Raider memiliki ciri khas terus melakukan perburuan, menekan, dan menghancurkannya.

Oleh karena itu tidak ada kata pantang pulang dari tugas sebelum bisa menghancurkan pasukan gerilya musuh.

Baca: Koopssusgab, Pasukan Khusus Antiteror Hanya 90 Personel Namun Paling Mematikan di Dunia

Dalam latihan tempur hutan atau pertempuran sesungguhnya untuk memburu kelompok gerilya lawan, pasukan raider bisa berada di dalam hutan selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan untuk menumpas musuh.

Cara bertempur pasukan Raider yang terus-menerus memburu mangsanya itu memang sangat tergantung dari pasokan logistik yang dikirimkan menggunakan helikopter dan kemampuan mencari makanan sendiri di dalam hutan.

Kadang dalam pertempuran yang sesungguhnya seperti di Aceh, Sumatra, pasukan Raider yang sedang memburu gerombolan gerilya hanya bisa makan sekedarnya selama beberapa hari karena pasokan makanan yang dikirimkan heli belum datang.

Demi menempa fisik dan mental ketika bertempur di hutan dalam kondisi perut lapar itu, para pasukan Raider di semua batalyon tetap melakukan latihan perang di bulan puasa.

Tujuan latihan perang di bulan puasa memang ganda. Selain menempa fisik dan mental juga sekaligus menempa kekuatan batin para pasukan Raider.

Baca: 3 Pasukan Elite TNI Ini Diam-diam Sudah Turun Berantas Teroris, Sosoknya Misterius dan Menyeramkan

Dalam misi tempur di hutan selama berhar-hari dan para pasukan Raider hanya tidur di bivak, segala sesuatu yang tidak diinginkan memang bisa terjadi.

Misalnya ada kemungkinan munculnya gangguan dari mahluk halus.

Oleh karena itu demi mencegah hal-hal negatif yang bisa menggagalkan misi tempur memburu gerombolan gerilya lawan, para personel Raider juga tetap tekun menjalani ibadah sesuai keyakinannya.

Khususnya melaksanakan Salat lima waktu dan puasa bagi yang Muslim.

Baca: Artis Cantik Ini Tak Lama Lagi Menikah, Warganet Doakan Agar Calon Suaminya Tak Lagi Goda Cewek Lain

Selain melakukan perburuan pasukan gerilyawan lawan, pasukan Raider juga memiliki kemampuan antiteror yang terwadahi dalam  satu peleton pasukan dan dinamai Tim Aksi Khusus (Tim Aksus).

Dengan personel antiteror sekitar 30 orang yang terlatih baik, Tim Aksus Raider siap diturunkan ke  lokasi-lokasi terdekat yang sedang terjadi aksi terorisme. (Intisari-Online/Agustinus Winardi)

Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved