Gara-gara Beli Arak, Kedua Pelajar Ini Jadi Saksi di Persidangan

Arak itu kami campur dengan minuman turpedo dan kemudian baru di bagi dengan 7 orang teman

Gara-gara Beli Arak, Kedua Pelajar Ini Jadi Saksi di Persidangan
Bangkapos/Adinda Rizki Amanda
Pengadilan negeri Pangkalpinang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Anak - anak jaman now, begitulah kata ketua hakim sidang Hotma Sipahutar menyebut kedua pelajar yang menjadi saksi di persidangan kali ini.

Hadir didamping orangtuanya kedua saksi yang bernama MS  dan AP hadir dipersidangan sebagai saksi atas kasus perdagangan miras yang menjerat Chin EN Kho, Kamis (24/5/2018).

Terdakwa Chin En Kho warga dusun Merengkan desa Benteng kecamatan Pangkalan Baru ditangkap setelah kedapatan menjual minuman arak secara ilegal.

AP saksi yang merupakan pelajar pada tanggal 3 Oktober 2017 lalu membeli arak putih kepada Chin En Kho hingga membuatnya pingsan dan dilarikan kerumah sakit.

Dari keterangan saksi MS dihadapan majelis hakim PN Pangkalpinang ia mengatakan telah mencampurkan arak dengan minuman yang lain.

"Arak itu kami campur dengan minuman turpedo dan kemudian baru di bagi dengan 7 orang teman saya lainnya"jelasnya kepada majelis hakim.

Selain kedua pelajar, saksi lain yang dipanggil yakni kedua anggota polri yang bernama Suhendro dan John serta mantan narapidana Fokloy yang pernah terjerat kasus perdagangan arak waktu lalu.

"Ini lah anak-anak jaman now disuruh belajar kebelakang tetapi disuruh minum arak terdepan" kata ketua hakim sidang Hotma Sipahutar dihadapan para saksi.

Sidang dipimpin oleh ketua hakim Hotma Sipahutar dan didampingi anggota hakim Iwan Gunawan dan Wahyu serta jaksa penuntut umum Widi Ratu Inzany di ruang Tirta PN Pangkalpinang.

Sidang dilanjutkan Minggu depan pada hari Kamis tanggal 31 Mei 2018 dengan agenda pemeriksaan ahli.(*)

Penulis: Adinda Rizki Amanda
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved