Pertamina Gandeng Bangka Pos Perkenalkan Bright Gas 5,5 Kg kepada UKM

PT. Pertamina (Persero) bekerjasama dengan Bangka Pos Group menyelenggarakan kampanye media melalui program promosi Bright

Pertamina Gandeng Bangka Pos Perkenalkan Bright Gas 5,5 Kg kepada UKM
Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka
Penyerahan Gas kepada pelaku UKM Tudung Saji, April 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – PT. Pertamina (Persero) bekerjasama dengan Bangka Pos Group menyelenggarakan kampanye media melalui program promosi Bright Gas untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Pangkalpinang.

Guna memperkenalkan dan menyosialisasikan penggunaan Bright Gas atau LPG non subsidi supaya penggunaannya tepat sasaran, Rabu (23/5/2018).

Program promosi tersebut akan dilaksanakan sejak Mei-Desember 2018, rencananya setiap bulan Pertamina bersama Bangka Pos akan mengunjungi dua UKM di Pangkalpinang. Lalu, melakukan penukaran 2 unit gas tabung 3 kg milik UKM menjadi Bright Gas tabung 5,5 kg secara gratis.

Selain itu, PT Pertamina (Persero) juga memastikan ketersediaan unit dan isi ulang Bright Gas cukup mudah ditemui di Pangkalpinang. Hampir seluruh SPBU menjual produk LPG tersebut sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait pasokannya. Selain itu, ada tiga varian kapasitas LPG non subsidi, yakni 5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg.

Penyerahan Gas kepada pelaku UKM keripik ubi, Sumiati
Penyerahan Gas kepada pelaku UKM keripik ubi, Sumiati (Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka)

Region Manager Comunication and CSR Sumbagsel, Hermansyah Y Nasroen mengapresiasi UKM yang sukarela beralih menggunakan LPG non subsidi, khususnya Bright Gas 5,5 kg. Hal tersebut menjadi contoh bagi pelaku UKM lain supaya tidak memakai LPG bersubsidi lagi.

“Kita berharap pengguna LPG non subsidi dapat terus berlanjut dan mampu mendorong kesuksesan usahanya,” ungkap Hermansyah Y Nasroen

Satu diantara pelaku UKM yang dikunjungi adalah pengusaha kripik ubi, Sumiati. Warga perumahan guru lontong pancur itu mengaku kerap memakai gas LPG subsidi tabung 3 kg guna memproduksi kripik Ubi. Dalam seminggu, ia bisa menghabiskan 2 tabung gas 3 kg serta tabung gas ukuran lebih besar.

Bagi Sumiati, adanya sosialisasi PT Pertamina dan Bangka Pos dalam memperkenalkan Bright Gas sangat baik. Mengingat, terkadang masyarakat tidak tau bahwa LPG 3 kg diperuntukan untuk penerima subsidi pemerintah. Selain itu, ia mengatakan sering mendengar testimoni baik tentang Bright Gas yang lebih irit.

“Saya berharap penggunaan Bright Gas dapat menunjang produksi kripik ubi lebih baik dan banyak. Lalu, diharapkan penyebaran dan ketersediaan isi ulannya tidak sulit,” ungkap Sumiati

Sama halnya dengan Sumiati, April pelaku UKM yang mengelolah aneka coklat dan Coco Great bernama Tudung Saji mengatakan memulai usaha sejak 2016 lalu. Sejauh ini, bahan bakar menjadi kunci utamanya dalam memproduksi produknya. Dalam seminggu, ia bisa memakai 2-3 gas tabung 3 kg.

Warga Parit Lalang, tepatnya beralamat di Jalan Parnekasan itu menilai promosi yang dilakukan PT Pertamina dalam memperkenalkan produknya sangat baik. Pelaku UKM bisa mencoba dan membandingkan penggunaan LPG subsidi dan non subsidi.

“Semoga peralihan penggunaan Bright Gas 5,5 bisa cocok dengan kebutuhan bahan bakar UKM dan menunjang produktivitas,” kata April.

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help